Manufaktur

Kemenperin Tegaskan Investasi Manufaktur Indonesia Tetap Stabil dan Meningkat

Kemenperin Tegaskan Investasi Manufaktur Indonesia Tetap Stabil dan Meningkat
Kemenperin Tegaskan Investasi Manufaktur Indonesia Tetap Stabil dan Meningkat

JAKARTA - Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa sektor manufaktur Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan berkelanjutan. 

Fakta ini terlihat dari capaian realisasi kapasitas produksi baru serta indikator investasi riil lainnya yang terus meningkat. Pernyataan ini sekaligus membantah keraguan beberapa pihak mengenai keberlangsungan investasi manufaktur.

Febri Hendri Antoni Arief, Juru Bicara Kemenperin, menjelaskan bahwa investasi manufaktur tidak bisa hanya dilihat dari satu indikator atau sentimen saja. 

Ia menyebutkan bahwa lebih dari seribu perusahaan industri telah siap memulai produksi pada tahun 2026. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa investasi di sektor manufaktur terus berkembang dan memberikan dampak positif.

Menurut Febri, data yang diperoleh dari pemerintah menunjukkan bahwa realisasi investasi industri mengalami perkembangan pesat. Misalnya, data impor barang modal yang naik signifikan selama 2025 menjadi indikator kuat investasi baru dan perluasan kapasitas produksi. 

Ia menegaskan bahwa peningkatan impor mesin dan peralatan mekanik mendukung aktivitas manufaktur yang modern dan berkembang.

Realisasi Kapasitas Produksi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Per 15 Januari 2026, terdapat 1.236 perusahaan manufaktur yang telah menyelesaikan pembangunan dan siap beroperasi untuk pertama kali di tahun ini. Kehadiran perusahaan-perusahaan baru ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja baru sebanyak 218.000 orang. Angka ini menunjukkan kontribusi nyata investasi manufaktur terhadap lapangan kerja nasional.

Peningkatan kapasitas produksi ini juga berpotensi menambah Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas. Perluasan industri yang meliputi relokasi dari luar negeri maupun ekspansi perusahaan dalam negeri menunjukkan dinamika positif. Hal tersebut juga memperkuat struktur industri nasional yang menjadi fondasi ekonomi berkelanjutan.

Febri menyatakan bahwa realisasi produksi baru tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi, tetapi juga menjadi bukti bahwa industri manufaktur Indonesia mampu bertahan dan tumbuh di tengah tantangan global. 

Investasi yang terwujud secara nyata ini juga mendukung upaya transformasi menuju industri 4.0. Indonesia semakin siap menghadapi persaingan global dengan kapasitas produksi yang terus bertambah.

Data dan Indikator Pendukung Investasi Manufaktur

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa impor barang modal meningkat sebesar 34,66 persen selama 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. 

Mayoritas impor tersebut terdiri dari mesin dan peralatan mekanik yang menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan industri manufaktur. Kondisi ini menandakan bahwa pelaku industri aktif melakukan ekspansi dan modernisasi.

Menurut Febri, indikator aktivitas riil seperti realisasi produksi dan impor barang modal memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai investasi manufaktur dibandingkan survei semata. 

Data ini menguatkan keyakinan bahwa sektor manufaktur bukan hanya bertahan, tetapi terus mengalami kemajuan. Hal ini juga mendukung target pertumbuhan industri manufaktur di atas lima persen.

Kemenperin memandang bahwa aktivitas investasi riil merupakan tolok ukur utama keberhasilan sektor manufaktur. Keberhasilan ini juga merupakan hasil dari kebijakan strategis yang terus dijalankan pemerintah. Dengan demikian, investasi manufaktur Indonesia dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Kebijakan Pendukung dan Hilirisasi Industri

Pemerintah melalui Kemenperin terus mendorong penguatan iklim investasi di sektor manufaktur. Kebijakan hilirisasi industri menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Selain itu, pengembangan kawasan industri dan transformasi industri 4.0 juga diintensifkan untuk mendukung daya saing.

Penguatan pasar domestik dan ekspor juga menjadi perhatian penting dalam strategi pembangunan industri nasional. 

Langkah-langkah ini diharapkan mampu memastikan bahwa investasi manufaktur tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian secara menyeluruh. Pemerintah optimis bahwa kebijakan ini akan menarik lebih banyak investor.

Febri menegaskan bahwa berbagai kebijakan yang diterapkan mampu memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku industri. Dengan dukungan regulasi yang jelas, investasi manufaktur bisa berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan kapasitas produksi dan teknologi akan semakin memperkuat posisi industri manufaktur Indonesia di pasar global.

Optimisme dan Harapan di Tahun 2026

Febri menyampaikan optimisme bahwa investasi industri manufaktur akan terus bertumbuh pada tahun 2026. Pertumbuhan ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat struktur ekonomi nasional. Kemenperin berharap bahwa capaian ini menjadi momentum untuk memperkuat sektor manufaktur sebagai tulang punggung perekonomian.

Pencapaian 1.236 perusahaan yang siap produksi menunjukkan keseriusan pemerintah dan pelaku industri dalam mewujudkan investasi yang nyata dan berkelanjutan.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk terus menarik investasi di sektor manufaktur yang bernilai tambah tinggi. Dengan sinergi kebijakan dan dukungan semua pihak, target pertumbuhan di sektor ini akan mudah dicapai.

Febri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan komitmen dalam mengembangkan industri manufaktur. 

Hal ini penting untuk menjaga momentum pertumbuhan dan menghadapi tantangan ekonomi global. Dengan demikian, investasi manufaktur Indonesia akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index