Pertamina NRE Tembus Pasar Energi Terbarukan Filipina

Pertamina NRE Tembus Pasar Energi Terbarukan Filipina

JAKARTA - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) baru saja mencatatkan dirinya dalam peta investasi energi bersih regional setelah secara resmi menjadi pemegang 20 persen saham di perusahaan besar energi baru dan terbarukan (EBT) asal Filipina, Citicore Renewable Energy Corporation (CREC). Kepemilikan saham ini telah dicatatkan di Philippine Stock Exchange (PSE) pada awal Januari 2026, menandai babak baru ekspansi internasional perusahaan Indonesia di ASEAN.

Langkah strategis ini bukan hanya sekadar penambahan portofolio, tetapi juga simbol kolaborasi lintas negara dalam percepatan transisi energi bersih yang kini menjadi fokus utama global.

Investasi Besar yang Menandai Tonggak Baru

Langkah Pertamina NRE untuk memiliki 20 persen saham CREC merupakan hasil dari transaksi yang diselesaikan pada Juni 2025 melalui perjanjian share subscription agreement. Total investasi yang dicatat mencapai kurang lebih USD120 juta, yang kemudian memberi hak kepada Pertamina NRE atas sebagian kepemilikan CREC sebagai perusahaan publik di bursa Filipina.

Menurut pernyataan resmi yang dirilis dalam konfirmasi Bursa Efek, pencapaian ini merupakan realisasi dari komitmen jangka panjang Pertamina NRE untuk memperluas jaringan bisnis energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara.

Manfaat Sinergi Kolaborasi Lintas Negara

Melalui kemitraan ini, Pertamina NRE tidak hanya menjadi investor pasif, tetapi juga memperoleh akses ke berbagai kapabilitas teknis dan operasional yang dimiliki CREC — termasuk dalam bidang pengembangan proyek, rekayasa, pengadaan, serta konstruksi (EPC).

Sebaliknya, CREC juga meraih akses peluang baru untuk mengeksplorasi proyek-proyek energi terbarukan di Indonesia. Menurut CEO CREC Oliver Tan, kerja sama ini “membuka peluang tak terbatas” bagi kedua negara untuk mendorong inovasi teknologi dan praktik terbaik di sektor energi bersih.

Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat jaringan energi bersih di kawasan ASEAN, serta mempercepat pencapaian target Indonesia dan Filipina dalam transisi menuju net zero emissions.

Dampak Bagi Portofolio Energi Terbarukan Pertamina NRE

Akuisisi ini secara signifikan memperluas kapasitas dan jangkauan bisnis energi terbarukan Pertamina NRE. Dengan masuknya saham di CREC, Pertamina NRE memperkuat portofolio layanannya — yang kini mencakup proyek-proyek pembuatan panel surya, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta peluang lain di bidang energi angin dan solusi rendah karbon.

Selain itu, keterlibatan dalam jaringan energi bersih Filipina diprediksi akan memberi efek positif terhadap kemampuan Pertamina NRE dalam mendapatkan teknologi baru serta pertukaran pengetahuan strategis di industri yang berkembang pesat ini.

Langkah Strategis Menuju Kepemimpinan Energi Bersih ASEAN

Pencapaian pencatatan saham ini bukan hanya soal persentase kepemilikan — tetapi juga simbol komitmen Indonesia dalam mengakselerasi transisi energi bersih di Asia Tenggara, termasuk mendukung target peningkatan kapasitas energi terbarukan di kedua negara.

Kemitraan ini dipandang oleh banyak analis sebagai langkah yang meningkatkan posisi Indonesia di peta investasi energi bersih global dan memperkokoh kolaborasi bilateral di sektor strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Dengan langkah ini, Pertamina NRE tidak hanya mengukuhkan diri sebagai pemain kunci di pasar domestik, tetapi juga memperluas pengaruhnya di pasar internasional — sebuah prestasi yang mengantarkan perusahaan Indonesia menjadi bagian penting dari dinamika energi baru terbarukan di kawasan ASEAN.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index