FINANSIALFOKUS.COM — PT Pertamina (Persero) kembali menempati posisi teratas Fortune Indonesia 100 2026 dengan pendapatan Rp 1.189,74 triliun dan laba bersih Rp 56,23 triliun. Pencapaian itu diraih di tengah ketidakpastian ekonomi global yang menekan hampir seluruh sektor usaha. Dari 100 perusahaan dalam daftar, hanya 49 yang berhasil menaikkan laba bersih.
Fortune Indonesia mencatat kinerja keuangan emiten berdasarkan tahun fiskal 2025, dengan konversi ke rupiah memakai kurs rata-rata Rp 16.785 per dolar AS. Posisi Pertamina di puncak daftar menegaskan skala bisnis perusahaan energi pelat merah itu dibandingkan korporasi lain di Indonesia.
Dari 100 perusahaan yang masuk pemeringkatan, 66% membukukan pertumbuhan pendapatan. Namun hanya 49 perusahaan yang mampu meningkatkan laba bersih, sinyal bahwa tekanan biaya masih nyata di banyak sektor.
Kinerja di Tengah Tekanan Eksternal
Pertamina menilai capaian itu sebagai hasil dari penjagaan kinerja operasional dan keuangan di tengah dinamika bisnis yang berubah cepat. Perusahaan juga menjalankan mandat strategis menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Pertamina dalam menjaga kinerja perusahaan," ujar VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).
Menurut Baron, perusahaan akan memperkuat fundamental bisnis lewat peningkatan efisiensi, produktivitas, dan optimalisasi seluruh lini usaha. Pertamina juga terus mengembangkan portofolio dari hulu hingga hilir, termasuk energi baru dan terbarukan.
"Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat efisiensi, dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," katanya.
Yang Dinilai dalam Pemeringkatan
Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder IDN Media William Utomo menyebut Fortune Indonesia 100 memberi gambaran soal perusahaan dengan kontribusi besar terhadap perekonomian. Penilaian dilakukan berdasarkan data dan capaian bisnis yang terpublikasi.
"Pemeringkatan ini melihat kinerja perusahaan secara objektif berdasarkan data dan capaian bisnis yang terpublikasi," ujar William.
Penghargaan diserahkan dalam Fortune Indonesia 100 Gala 2026 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Arti bagi Pasar dan Pelaku Usaha
Bagi investor, daftar ini menjadi potret kasar daya tahan korporasi besar Indonesia pada tahun fiskal 2025. Pendapatan Pertamina yang menembus Rp 1.189,74 triliun menempatkannya jauh di atas mayoritas perusahaan lain dalam daftar, terutama karena model bisnisnya yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Angka laba bersih Rp 56,23 triliun juga menunjukkan margin yang tetap positif meski harga komoditas dan kurs bergerak fluktuatif sepanjang periode. Rasio laba terhadap pendapatan Pertamina berada di kisaran 4,7%.
Bagi pelaku usaha di sektor lain, komposisi daftar tahun ini memberi sinyal jelas: pertumbuhan pendapatan tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan laba. Hanya sekitar separuh perusahaan dalam daftar yang berhasil memperbaiki bottom line-nya.