Rupiah dan IHSG Anjlok Akibat Harga Minyak

Jumat, 11 September 2026 | 19:36:32 WIB
Nilai tukar rupiah dan IHSG kompak melemah seiring sentimen negatif dari pasar energi global. ( sumber : net )

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,33% atau 88,86 poin ke 6.589,34 pada perdagangan Kamis (10/9), seiring pelemahan nilai tukar rupiah.

Pelemahan ini membuat IHSG kembali ke level terendahnya dalam perdagangan sepekan, serta menjadikan IHSG sebagai indeks saham dengan performa terburuk di kawasan emerging market Asia Pasifik.

Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu sentimen negatif dari harga minyak mentah, yang kembali melonjak di atas US$100 per barel untuk jenis Brent.

Lonjakan ini terjadi seiring konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas.

Sentimen tersebut juga dinilai membuat investor khawatir, terhadap pelebaran defisit APBN 2026.

Di tengah kekhawatiran ini, nilai tukar rupiah pun melemah 0,2% dan bertahan di level Rp17.547 per dolar AS.

Menurut data IDNFinancials.com, nilai total transaksi di pasar saham Indonesia mencapai Rp21,58 triliun.

Sedangkan volume saham yang diperdagangkan mencapai 51 miliar lembar, serta frekuensi transaksi 2,67 kali.

Sejumlah saham yang mencatatkan nilai transaksi pada perdagangan Kamis yaitu PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp1,28 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp1,27 triliun, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp1,04 triliun.

Namun harga saham DSSA merosot 5,13%, BBCA turun 1,53%, dan CUAN naik 4,79%.

Seluruh indeks sektoral di bursa juga kompak melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor energi 2,06% dan transportasi 1,80%.

Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, seluruh indeks saham kompak melemah.

Mayoritas mata uang di kawasan juga melemah terhadap dolar AS, meskipun sebagian mata uang seperti ringgit Malaysia dan yuan China menguat tipis.

Terkini

Pasokan BBM SPBU Sulsel Ditingkatkan Pertamina Patra Niaga

Sabtu, 12 September 2026 | 20:06:31 WIB

Daya Beli Kelas Menengah Tertekan dan Aliran Uangnya

Jumat, 11 September 2026 | 19:36:32 WIB

Harga Minyak Tembus US$ 100, Risiko Beban APBN Membesar

Jumat, 11 September 2026 | 19:36:32 WIB

Wealth Management BNI Tumbuh, AUM Segmen Private Naik 21%

Jumat, 11 September 2026 | 19:36:32 WIB