JAKARTA - Mengacu pada catatan TradingView, saat penutupan transaksi pekan lalu, Jumat (12/6) rupiah termonitor ditutup menguat sebesar 0,62% ke posisi Rp17.865 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menuturkan penguatan rupiah dipicu oleh membaiknya sentimen pasar global dan lokal, utamanya seiring naiknya ekspektasi tercapainya traktat damai antara AS dan Iran.
Menurutnya, optimisme terhadap prospek perdamaian di Timur Tengah menjadi penggerak utama yang menstimulasi apresiasi valuta negara berkembang, termasuk rupiah.
Peredaan risiko geopolitik dianggap mampu menekan volatilitas bursa keuangan global serta membukakan jalan bagi arus modal kembali masuk ke instrumen berisiko.
Dari ranah domestik, situasi sosial dan politik yang relatif stabil pun turut menyokong dinamika rupiah.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejauh ini masih berjalan tertib sehingga tidak menimbulkan kecemasan berlebihan di antara kalangan investor.
"Untuk pekan depan, rupiah diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan selama sentimen positif terkait upaya perdamaian AS-Iran tetap terjaga. Namun, pasar tetap mewaspadai kemungkinan perubahan sikap atau perkembangan geopolitik yang dapat mengubah ekspektasi investor secara cepat," ujar dari Sumbernya, Jumat (12/6/2026).
Disamping faktor luar negeri, fokus para pelaku pasar pun bakal mengarah ke rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pekan depan.
Bank sentral diantisipasi kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah serta meredam tekanan dari ketidakpastian global.
Kenaikan suku bunga BI berdaya dorong meningkatkan daya pikat instrumen keuangan domestik sekaligus memperkokoh sentimen positif terhadap rupiah di tengah dinamika bursa internasional.
Lewat paduan sentimen global yang lebih kondusif serta sokongan kebijakan moneter lokal, rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS pada hari ini, Senin (15/6), dengan kans apresiasi lebih lanjut jikalau optimisme perdamaian di Timur Tengah terus berlanjut.