Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun Berkat Ekspansi Kredit yang Sehat

Selasa, 08 September 2026 | 13:47:30 WIB
Laba BRI. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) lewat penerapan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang disiplin, sukses merawat keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

Hasilnya, hingga akhir Triwulan II 2026, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI menanjak di atas industri perbankan, dibarengi dengan perbaikan sejumlah indikator kualitas aset.

Dalam ajang Press Conference Kinerja Keuangan Triwulan II 2026 di Jakarta, Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti memaparkan bahwa pertumbuhan tersebut menjelma sebagai bagian dari strategi BRI guna mendorong ekspansi secara sehat dan berkualitas.

Dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan, BRI tidak semata-mata memburu volume penyaluran kredit, melainkan memastikan tiap ekspansi tetap berada dalam koridor risk appetite dan prinsip kehati-hatian.

"Hal ini mencerminkan bahwa ekspansi yang kami lakukan tetap berjalan secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kami terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas kredit agar pertumbuhan BRI dapat berkelanjutan dalam jangka panjang," ujar Ety dari Sumbernya.

Kualitas pertumbuhan tersebut terekam dari perbaikan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL), dari 3,0 persen pada Triwulan II 2025 menjadi 2,9 persen pada akhir Triwulan II 2026.

Perbaikan NPL ini bertransformasi menjadi salah satu tolok ukur efektivitas strategi pengelolaan risiko yang dijalankan BRI di tengah akselerasi penyaluran kredit.

Berdasarkan keterangan Ety, BRI secara konsisten mengaplikasikan strategi selective growth atau pertumbuhan selektif dengan mengarahkan ekspansi kepada segmen, sektor, dan nasabah yang mempunyai profil risiko terukur.

Strategi tersebut disusul dengan penguatan early warning system serta optimalisasi fungsi collection and recovery guna merawat kualitas portofolio secara menyeluruh.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap pertumbuhan memiliki kualitas yang baik sejak awal. Karena itu, pengelolaan risiko dilakukan secara end-to-end, mulai dari proses pipeline akuisisi dan seleksi debitur, monitoring kualitas kredit, hingga collection dan recovery," jelas Ety dari Sumbernya.

Perbaikan kualitas kredit BRI pun kelihatan pada indikator yang lebih forward-looking, yakni Loan at Risk (LaR).

Hingga akhir Triwulan II 2026, rasio LaR BRI membaik menjadi 9,1 persen dari 9,6 persen pada akhir 2025.

Penyusutan tersebut memperlihatkan perbaikan profil risiko portofolio sekaligus mencerminkan perbaikan kualitas penyaluran kredit anyar.

Seirama dengan kedua perbaikan itu, Cost of Credit (CoC) BRI pun menyusut dari 3,4 persen pada Q2 2025 menjadi 3,1 persen pada akhir Triwulan II 2026.

Perbaikan CoC menunjukkan bahwasanya peningkatan kualitas aset turut berimbas positif terhadap biaya risiko perseroan.

Di sisi lain, BRI mempunyai keunggulan berupa jaringan yang membentang luas serta basis nasabah yang terdiversifikasi.

Karakteristik tersebut mengizinkan BRI merakit portofolio kredit yang terdiversifikasi secara geografis maupun sektoral sehingga memperkokoh daya tahan perseroan dalam menghadapi dinamika perekonomian.

Pengelolaan kualitas kredit pun krusial, dengan UMKM merupakan core business BRI.

Bagi BRI, besarnya eksposur UMKM bukan cuma sebagai instrumen guna memperluas inklusi keuangan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan, tetapi juga sebagai portofolio bisnis yang wajib dikelola secara sehat bersama disiplin pemantauan risiko yang kokoh.

"Model bisnis berbasis UMKM memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar karena langsung menyentuh aktivitas produktif masyarakat. Pada saat yang sama, kami terus membuktikan bahwa portofolio tersebut dapat dikelola dengan tingkat risiko yang memadai. Dengan pengelolaan risiko yang disiplin, UMKM dapat terus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan BRI sekaligus memperkuat kontribusi perseroan terhadap ekonomi kerakyatan," pungkas Ety dari Sumbernya.

Perbaikan kualitas aset itu pun terbukti menopang kinerja BRI yang solid.

Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group menggapai Rp2.352 triliun atau menanjak 11,7 persen YoY, sementara penyaluran kredit menanjak 16,2 persen YoY menjadi Rp1.646 triliun.

Pada rentang waktu yang sama, laba bersih konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp31,2 triliun atau meningkat 17,5 persen YoY.

Tags

Terkini