MAKASSAR - Sebanyak 90 orang penyandang disabilitas diakomodir PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) setelah lulus pelatihan untuk mengikuti program magang kerja di berbagai sektor usaha, instansi pemerintah maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.
"Setelah mendapatkan pelatihan, baik secara online maupun offline, mereka akan disalurkan untuk mengikuti pemagangan di beberapa perusahaan maupun UMKM selama tiga bulan," ujar Vice President CSR BRI Dinne Shovia Tresna Amalia seusai pelepasan peserta magang, di Makassar, Kamis dari Sumbernya.
Ia menjelaskan, program pelatihan dan magang untuk sahabat disabilitas merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli.
Para penyandang disabilitas direkrut mengikuti pelatihan seperti administrasi perkantoran, serta cara berwirausaha.
Harapannya, bekal pelatihan dan pemagangan ini peserta mendapatkan pengalaman bekerja, bahkan dimungkinkan dapat bekerja di perusahaan tersebut, Sehingga kesempatan bagi mereka semakin terbuka lebar untuk bekerja atau pun berwirausaha sesuai dengan keterampilannya masing-masing.
Mengapa dipilih penyandang disabilitas, kata Dinne Shovia, karena merupakan salah satu kelompok komunitas yang perlu perhatian dan mereka tidak merasa sendirian menghadapi kekurangannya serta memiliki kesempatan yang sama seperti orang lainnya.
Para peserta terpilih dari wilayah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Maros, dan Pangkajene Kepulauan (Pengkep) setelah pelepasan inagurasi peserta di Hotel Swiss Bel in, akan melanjutkan tahapan program magang mulai 4 September hingga 4 November 2026.
"Pelatihannya tiga bulan, dan pemagangan tiga bulan.
Untuk yang tahun ini, batchnya (peserta) 90 orang (lolos).
Tapi, total itu dari hampir 400 peserta.
Ini khusus di wilayah Sulsel saja.
Selain Makassar, ada juga dari berbagai kota di Sulsel," ujar Dinne dari Sumbernya lagi.
Penempatan magang bagi peserta yang lolos tersebut, disebar di perusahaan, instansi pemerintah, serta kelompok UMKM binaan BRI yang ada di Sulsel dan mereka dapat gaji.
"Tentu saja, mereka mendapatkan semacam gaji selama magang kerja ini.
Jadi, memang sudah paket pelatihan, pemagangan, dengan diberikan uang saku," kata Dinne dari Sumbernya menjelaskan.
"Ini sudah hampir tahun ketiga kami lakukan, dan mudah-mudahan ke depannya bisa semakin banyak sahabat disabilitas yang bisa kami kembangkan dan bisa semakin berkembang baik dari pekerjaan maupun kewirausahaannya," kata Dinne dari Sumbernya.
Untuk peserta jalur administrasi dibekali pemahaman pengelolaan data dan dokumen profesional, sementara peserta jalur kewirausahaan dilatih perencanaan bisnis, strategi pemasaran digital, hingga teknik pembuatan konten promosi.
Instruktur pelatihnya dari kalangan profesional.
Selain uang saku, peserta juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan oleh BPJS Jamsostek, meliputi Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk memastikan keamanan serta kenyamanan selama bekerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Jayadi Nas menyampaikan apresiasi program BRI Peduli yang mengakomodir disabilitas untuk memperoleh pekerjaan.
"Program ini memberikan ruang yang sama termasuk disabilitas untuk mengekspresikan talenta dan potensinya berkesempatan bekerja," ujar Jayadi dari Sumbernya lagi.