Potensi Koreksi Harga Emas Dunia dan Faktor Pemicunya

Kamis, 03 September 2026 | 12:41:25 WIB
Ilustrasi emas, harga emas. ( sumber : net )

JAKARTA - Harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu (2/9/2026).

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, secara teknikal harga emas pada time frame daily masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 4.237 hingga 4.204.

Meski demikian, pelemahan tersebut masih dinilai sebagai koreksi yang wajar setelah harga emas sebelumnya mengalami tren kenaikan.

“Penurunan tersebut masih tergolong sebagai koreksi yang wajar karena harga sedang membentuk secondary trend setelah sebelumnya mengalami pergerakan naik," ujar dari Sumbernya dalam analisisnya.

Ia menjelaskan, pergerakan harga emas saat ini belum menunjukkan perubahan tren utama secara signifikan.

Pelemahan yang terjadi lebih mencerminkan pembentukan secondary trend atau tren sekunder di tengah pergerakan harga sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, koreksi yang berlangsung belum otomatis menjadi sinyal pembalikan tren jangka panjang.

Area 4.237 hingga 4.204 jadi penentu harga emas

Geraldo menempatkan area 4.237 sampai 4.204 sebagai level penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Kemampuan area support tersebut dalam menahan tekanan jual akan menentukan skenario pergerakan XAUUSD selanjutnya.

Jika harga mendapatkan respons positif dari area 4.237 hingga 4.204, buyer berpotensi kembali masuk dan mendorong harga emas menguat.

Dalam skenario tersebut, peluang emas untuk kembali mengikuti tren utamanya masih terbuka.

Sebaliknya, apabila support gagal dipertahankan, tekanan bearish berpotensi semakin kuat dan membuka kemungkinan harga bergerak menuju level yang lebih rendah.

Karena itu, trader perlu membedakan antara koreksi dan perubahan tren ketika melihat pelemahan harga emas.

Penurunan harga dalam sebuah tren tidak selalu menunjukkan tren utama telah berakhir.

Dalam kondisi XAUUSD saat ini, pergerakan bearish masih dipandang sebagai secondary trend selama area support yang menjadi acuan belum ditembus secara signifikan.

“Area 4.237 sampai 4.204 menjadi zona penting dalam menentukan apakah koreksi akan berakhir atau justru berkembang menjadi tekanan jual yang lebih besar," kata dari Sumbernya.

Harga minyak hingga kebijakan The Fed jadi perhatian

Selain faktor teknikal, pergerakan harga emas pada perdagangan hari ini juga dipengaruhi sejumlah faktor fundamental.

Salah satunya adalah dinamika pasar energi setelah kembali terjadi eskalasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Harga minyak dilaporkan meningkat lebih dari 4 dollar AS per barrel.

Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan risiko inflasi yang berasal dari sektor energi.

Menurut Dupoin Futures, kenaikan harga minyak perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter AS.

Peningkatan risiko inflasi dapat memengaruhi pandangan pasar terhadap arah suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Jika tekanan inflasi semakin tinggi, peluang kebijakan moneter yang lebih ketat dapat kembali diperhitungkan investor.

Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed selanjutnya dapat memengaruhi sejumlah aset yang berkaitan dengan harga emas, termasuk yield Treasury AS dan dollar AS.

Yield Treasury AS beri tekanan ke emas

Yield Treasury AS menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam menentukan arah XAUUSD.

Dupoin Futures menilai kenaikan yield dapat memberikan tekanan terhadap emas karena instrumen Treasury menawarkan imbal hasil kepada investor.

Ketika yield meningkat, daya tarik aset yang menghasilkan bunga dapat menjadi lebih tinggi dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Oleh sebab itu, pergerakan yield Treasury perlu dicermati bersamaan dengan pergerakan harga emas.

Selain yield, dollar AS juga menjadi faktor penting bagi prospek XAUUSD.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed dapat memengaruhi kekuatan dolar AS sekaligus harga emas.

Apabila pasar memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi dalam waktu lebih lama, dollar AS berpotensi mendapatkan dukungan dan memberikan tekanan terhadap emas.

Sebaliknya, pelemahan dollar AS dapat memberikan ruang bagi harga emas untuk kembali menguat.

Risiko geopolitik bisa tahan tekanan harga emas

Di sisi lain, risiko geopolitik menjadi sentimen yang berpotensi menahan tekanan terhadap harga emas.

Eskalasi AS-Iran di kawasan Selat Hormuz dapat meningkatkan ketidakpastian pasar dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

Dupoin Futures melihat kondisi geopolitik tersebut dapat menciptakan volatilitas pada harga emas, terutama apabila ketegangan meningkat dan investor kembali mencari aset yang dianggap lebih defensif.

Dengan demikian, pergerakan emas pada perdagangan hari ini tidak hanya akan ditentukan oleh level teknikal, tetapi juga oleh perkembangan sentimen global.

Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan ekspektasi suku bunga menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat berikutnya.

Data tenaga kerja tersebut dapat menjadi salah satu indikator yang digunakan pasar untuk memperkirakan arah kebijakan The Fed.

Bagi Dupoin Futures, perubahan ekspektasi suku bunga berpotensi memengaruhi yield Treasury, dolar AS, dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap pergerakan XAUUSD.

Emas masih berpeluang koreksi

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Geraldo memperkirakan harga emas masih memiliki peluang melanjutkan koreksi menuju area 4.237 sampai 4.204 pada perdagangan Rabu (2/9/2026).

Area tersebut menjadi support penting yang akan menentukan arah emas selanjutnya.

Selama support mampu bertahan, koreksi masih dapat dianggap sebagai secondary trend dan belum mengubah tren utama.

Namun, perkembangan harga di sekitar support tetap perlu diperhatikan.

Rebound dari area 4.237 hingga 4.204 dapat membuka peluang emas kembali menguat mengikuti tren utamanya.

Sementara itu, penembusan support berpotensi memperbesar tekanan bearish.

Selain level teknikal tersebut, pergerakan harga minyak, yield Treasury AS, dollar AS, risiko geopolitik AS-Iran, serta ekspektasi suku bunga The Fed menjadi katalis yang akan memengaruhi pergerakan harga emas atau XAUUSD sepanjang perdagangan hari ini.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7.

Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi.

Tags

Terkini