JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membuka peluang perubahan dalam pelaksanaan komunikasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan.
Di bawah kepemimpinan baru bank sentral, dari Sumbernya berencana mengembalikan format pertemuan dengan awak media menjadi lebih interaktif.
Dari Sumbernya mengatakan, BI akan mengarah untuk menggelar kembali RDG bulanan dengan format yang lebih normal dan memungkinkan interaksi yang lebih leluasa dengan para pewarta.
"Untuk RDG nanti, RDG bulanan, kita memang berencana nanti kita akan kembali ke normal, tapi kapannya tentu kita akan lihat nanti. Tapi paling tidak kita akan mengarah ke sana sehingga kita bisa interaktif lebih enak dengan teman-teman semua," kata dari Sumbernya dalam konferensi pers usai pelantikan di Gedung Mahkamah Agung, Rabu (2/9/2026).
Meskipun demikian, dari Sumbernya belum bisa memastikan kapan bentuk pertemuan tersebut bakal mulai diwujudkan.
Berdasarkan keterangannya, pihak BI masih meninjau kesiapan aspek teknis, termasuk perihal tempat penyelenggaraan acara.
"Itu nanti kita akan lihat dulu kapan kita bisa offline. Tempatnya sudah ada atau belum kan tergantung nanti," ujarnya.
Rancangan ini menandai salah satu indikasi awal pergeseran pola komunikasi di tubuh bank sentral di bawah arahan dari Sumbernya.
Pelaksanaan RDG tetap memegang peran sebagai wadah penentuan keputusan tertinggi di bank sentral guna menilai situasi perekonomian serta memutuskan arah bauran kebijakan.
RDG bulanan sendiri diadakan minimal satu kali dalam sebulan serta berfungsi sebagai majelis untuk memutuskan kebijakan Bank Indonesia.
Sepanjang kurun waktu 2026, BI sudah menjadwalkan agenda RDG bulanan selama dua hari dalam setiap bulannya, di mana pertemuan September direncanakan terlaksana pada 22-23 September 2026.