Peminat Membludak, Lelang SRBI Bank Indonesia Kumpulkan Rp43,5 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:57:59 WIB
Ilustrasi layanan Bank Indonesia. ( sumber : net )

JAKARTA - Bank Indonesia menyerap penawaran lelang Sekuritas Rupiah sebesar Rp24 triliun pada 30 Agustus 2026.

Imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tenor 12 bulan mengalami penurunan signifikan menjadi 7 persen dari lelang sebelumnya.

Kebijakan moneter tersebut bertujuan menjaga likuiditas pasar uang serta kestabilan nilai tukar Rupiah.

Bank Indonesia sukses memenangkan penawaran sejumlah Rp24 triliun dalam lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.

Besarnya antusiasme investor terpantau dari total penawaran yang masuk menyentuh angka Rp43,5 triliun.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, memaparkan bahwa Rata-rata Tertimbang yield atau imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia tenor 12 bulan yang dimenangkan pada lelang edisi ini mendapati koreksi cukup tajam.

"Rata-rata tertimbang (RRT) yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan turun menjadi 7 persen, dari 7,37 persen pada lelang sebelumnya," terang Erwin dalam pernyataan resminya terkait hasil lelang SRBI, Minggu (30/8/2026) dari Sumbernya.

Erwin menerangkan bahwa susutnya imbal hasil tersebut seirama dengan tren rata-rata yield yang diajukan oleh para kontestan lelang, yang mana penawaran dari kalangan investor bergerak melandai dari 7,45 persen menjadi 7,08 persen.

Pencapaian positif ini dipandang selaras dengan arah kebijakan Bank Indonesia dalam memelihara likuiditas di pasar uang serta sektor perbankan nasional lewat pengelolaan instrumen moneter secara terukur.

Menyongsong waktu ke depan, bank sentral menegaskan bakal terus memaksimalkan pemanfaatan instrumen moneter, mencakup Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, demi mempertahankan ketahanan nilai tukar Rupiah sekaligus merawat daya pikat pasar keuangan domestik bagi investor global.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan instrumen moneter, termasuk SRBI, untuk menjaga kecukupan likuiditas, mendukung stabilitas pasar uang dan nilai Rupiah, serta tetap menarik aliran masuk portofolio asing," tegas Erwin dari Sumbernya.

Tags

Terkini