JAKARTA - Proses pembibitan kopi dan kakao membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Lampung.
Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng CV Hikmah Tani untuk menyediakan 2,6 juta batang bibit kopi dan kakao sepanjang 2026.
Kerja sama tersebut turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Dengan adanya pekerjaan ini saya bisa memberdayakan lingkungan masyarakat di sini. Total pekerja saya per hari yang rutin itu sebanyak 70 orang, tapi di saat pengisian polybag itu bisa 150-200 orang,” ujar Direktur CV Hikmah Tani dari Sumbernya dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Direktur dari Sumbernya berharap pemerintah terus melanjutkan program peremajaan dan perluasan tanaman perkebunan.
Menurut pihak dari Sumbernya, program tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi petani, tetapi juga masyarakat sekitar.
Semakin banyak program dijalankan, permintaan bibit juga meningkat.
Kondisi tersebut membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Bupati Tulang Bawang, Lampung, Qudrotul Ikhwan dari Sumbernya, mendukung upaya pemerintah meningkatkan produktivitas kopi dan kakao.
Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki prospek ekonomi dan pasar ekspor yang besar.
“Kami melihat pembibitan ini, kopi, juga coklat sangat baik. Harapan kami tanaman keras ini juga dapat ditanam karena ini tentunya untuk kebutuhan ekspor secara nasional,” kata Qudrotul dari Sumbernya.
Kementan saat ini mendorong peningkatan produktivitas kopi dan kakao sebagai komoditas perkebunan.
Untuk mendukung program tersebut, Kementan menyiapkan anggaran Rp 350 miliar untuk pengembangan perkebunan di Lampung.
Anggaran tersebut digunakan untuk meremajakan tanaman kopi dan kakao yang sudah tua dan tidak lagi produktif.
Pemerintah juga menggandeng perusahaan untuk menyediakan bibit berkualitas.
Bibit tersebut akan digunakan untuk menggantikan tanaman yang sudah tua.