Jaringan Pipa Gas Bawah Laut Jatim Dikelola Pertagas

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:01:25 WIB
Pipa gas di Onshore Receiving Facilities. 9 SUMBER : NET )

SURABAYA - Perseroan Terbatas Pertamina Gas (Pertagas) mengendalikan instalasi pipa gas bumi sepanjang kurang lebih 630 kilometer di Jawa Timur.

Dari keseluruhan jaringan tersebut, kira-kira 369,7 kilometer di antaranya berupa saluran yang terletak di dasar laut atau offshore.

Pengawas Pemeliharaan Distrik Gresik Pertagas Operation East Java Area (OEJA) Muhammad Maura Gomez dari Sumbernya mengemukakan, instalasi pipa bawah laut itu menjadi salah satu sarana esensial dalam sistem distribusi gas Pertagas di Jawa Timur.

"Total Jawa Timur itu kan 630 (kilometer) ya. Jadi yang offshore-nya ternyata 369 (kilometer). Jadi setengah dari total yang kita ini di bawah laut 369,7," kata Gomez kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/8/2026).

Gomez menguraikan, konstruksi instalasi pipa bawah laut dimulai sejak tahun 1995.

Salah satu trayek awalnya menyambungkan ladang gas di Pulau Pagerungan, Kepulauan Kangean, bersama fasilitas penerimaan gas daratan.

"Ini untuk pipa bawah laut itu dari awal pembangunan di Pertagas Jawa Timur itu dari 1995 ya. Itu kita pipa awal bawah laut dari Pagerungan masuk ke sini pertamanya," ujarnya.

Berawal dari Pagerungan Salah satu jalur tersebut bermula dari lapangan gas di Pulau Pagerungan, Kepulauan Kangean, kemudian gas dialirkan menuju Onshore Receiving Facility (ORF) Porong, Sidoarjo, sebelum diteruskan kepada konsumen industri.

Seiring berkembangnya sumber pasokan gas, jaringan pipa tersebut juga terus diperkuat.

Salah satunya melalui tie-in Lapangan MAC milik Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) pada akhir 2023.

Penyambungan tersebut dilakukan menggunakan metode hottap di dasar laut sehingga jaringan dapat terintegrasi dengan sumber pasokan baru.

Saat ini, jaringan pipa tersebut terhubung dengan sejumlah sumber pasokan dan melayani kebutuhan berbagai konsumen industri.

Dari fasilitas offshore menuju ORF, aliran gas mencapai sekitar 400-450 MMSCFD dengan tekanan pipa sekitar 600-700 psi.

Gomez dari Sumbernya menuturkan, pelanggan Pertagas di Jawa Timur pun senantiasa bertambah seiring perkembangan jaringan itu.

"Awalnya belum ada HCML, belum ada METCO. Dulu dari Pagerungan masuk ke ORF Porong untuk mengalirkan ke petrokimia di sini. Kemudian berkembang lagi menjadi penambahan ada HCML, ada METCO," tuturnya.

Di samping HCML dan Madura Energy Co Ltd (METCO), jaringan tersebut sekarang turut memenuhi pasokan gas PLN Jawa-Bali atau PLN Nusantara Power serta berbagai industri lain.

"Kemudian konsumen kita bertambah PLN Jawa Bali atau Nusantara Power (PLN NP), kemudian ke industri-industri kecil lainnya ada sekitar 8 industri di area Gresik kita supply," jelasnya.

Tantangan Pipa Melintas di Dasar Laut Gomez dari Sumbernya menuturkan, salah satu hambatan dalam merawat instalasi pipa bawah laut ialah kegiatan kapal serta nelayan yang melintasi sekitar trayek pipa.

Oleh karena itu, Pertagas secara berkala melaksanakan patroli di kawasan perairan guna menjamin kondisi jaringan tetap aman.

Pertagas turut berkolaborasi bersama pihak kepolisian serta TNI, khususnya di daerah Pasuruan, demi mengamankan jaringan yang berstatus sebagai objek vital nasional.

"Karena area kita dekat Pasuruan itu banyak nelayan. Jadi kita kerjasama dengan polisi dan TNI di area Pasuruan untuk menjaga keamanan objek vital nasional kita agar tidak terkena jangkar," tuturnya.

Gomez dari Sumbernya turut membeberkan kedalaman yang bervariasi bergantung pada titik lokasi.

Pada beberapa titik yang mendekati daratan pulau, posisi pipa berada pada kedalaman sekitar 3-5 meter.

Sementara di area perairan laut yang lebih dalam, letak pipa bisa menggapai sekitar 60 meter di bawah permukaan laut.

Selain terletak di dasar laut, saluran pipa Pertagas di Jawa Timur turut membentang di daratan serta melintasi beberapa zona strategis, termasuk sekitar Tol Surabaya-Gresik.

Gomez dari Sumbernya menyatakan eksistensi jaringan offshore menjadi ciri khas yang membedakan sarana prasarana Pertagas di Jawa Timur dibanding wilayah operasional lainnya.

"Mungkin spesialnya di Jawa Timur ini satu-satunya area Pertagas seluruh Indonesia yang memiliki area offshore, pipa offshore," ujarnya.

"Jadi kalau di area lain misalnya di Jawa Barat ya cuma pipa-pipanya ke bawah-bawah gedung-gedung tinggi mungkin ya. Kalau di kita kondisinya di bawah laut dan juga melewati tol di sini," sambungnya.

Tags

Terkini