Peran BRI Berdayakan Masyarakat Desa BRILiaN Sanur Kaja

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:01:24 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia. ( SUMBER : NET )

DENPASAR - Perseroan Terbatas Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengoptimalkan penguatan warga Desa BRILiaN Sanur Kaja, Denpasar, Bali, lewat keikutsertaan sepuluh relawan BRI pada agenda Relawan Bakti BUMN (RBB) Batch IX 2026.

Berlangsung pada 15-20 Agustus 2026, agenda ini ditujukan guna menguatkan kapasitas warga serta memaksimalkan potensi setempat lewat empat bidang utama, yaitu ekonomi, pendidikan, lingkungan, serta kesehatan beserta ketahanan pangan.

Program Relawan Bakti BUMN ialah gerakan Kementerian BUMN yang mengikutsertakan insan BUMN guna menyumbangkan bakti secara langsung kepada warga lewat agenda sosial serta pemberdayaan.

Di dalam implementasinya di Bali, sebanyak sepuluh relawan BRI bergabung bersama sepuluh relawan BUMN guna melaksanakan serangkaian agenda di Desa BRILiaN Sanur Kaja dan sejumlah titik lainnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan, keikutsertaan BRI di dalam Relawan Bakti BUMN adalah bagian dari ikhtiar korporasi guna memperkokoh eksistensi dan kontribusi BRI di tengah warga lewat pendekatan pemberdayaan yang menyajikan faedah nyata serta berkelanjutan.

“Bagi BRI, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana potensi yang sudah dimiliki masyarakat dapat diperkuat agar semakin produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui Relawan Bakti BUMN, insan BRI hadir secara langsung untuk berbagi pengetahuan, mendampingi masyarakat, sekaligus membangun kolaborasi yang dapat memberikan dampak lebih luas bagi lingkungan sekitar,” ujar Dhanny dari Sumbernya.

Penetapan Desa BRILiaN Sanur Kaja sebagai salah satu titik agenda pun selaras dengan potensi yang dipunyai desa tersebut.

Sanur Kaja mempunyai potensi ekonomi yang bersumber dari bidang pariwisata, perdagangan penunjang pariwisata, UMKM khas Bali, sampai perikanan.

Di sisi lain, desa ini mempunyai struktur sosial yang kuat dengan pemeliharaan adat dan budaya yang menjadi bagian utuh kehidupan warga.

Oleh karena itu, pendekatan yang dijalankan BRI tidak cuma berpusat pada penyerahan sarana dan prasarana, melainkan pula pada penguatan kapasitas warga.

Lewat transfer wawasan, pendampingan langsung, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, serta sokongan fasilitas, agenda diarahkan supaya warga sanggup memaksimalkan potensi lokal sekaligus memperkokoh aspek sosial dan lingkungan.

Pada bidang ekonomi, relawan BRI menyalurkan workshop UMKM serta pelatihan dengan materi yang disajikan mencakup penguatan identitas produk, strategi pemasaran digital, serta optimalisasi promosi demi memperluas jangkauan pasar.

Para relawan pun menjalankan praktik langsung dan mendampingi pelaku UMKM dalam merakit konten promosi produk.

Sejumlah UMKM lokal yang terlibat di antaranya usaha puding dan air kelapa, jus buah, bumbu rujak, kacang hijau, Griya Kristal, kacang asin, ceker, jamu, cangkruk kopi, florist, serta UMKM di Sentra UMKM Natah Antakara.

Sehabis agenda, materi foto, video, daily vlog, dan konten promosi pun dipersiapkan guna menopang penguatan branding dan pemasaran UMKM secara berkelanjutan.

Sokongan BRI pun diwujudkan lewat sejumlah sarana penunjang bagi Desa BRILiaN Sanur Kaja.

Bantuan tersebut mencakup 13 unit table menu UMKM, lima unit tempat sampah pilah, 13 unit payung UMKM, signage area dan kios UMKM, delapan unit papan pembatas upacara keagamaan, 13 set meja kursi UMKM, papan pembatas parkir, satu unit motor roda tiga untuk kendaraan angkut sampah, serta signage informasi dan petunjuk desa wisata.

Pada bidang pendidikan, relawan BRI terlibat langsung dalam agenda di SDN 02 Sanur Kaja yang mempunyai 229 murid.

Agenda mencakup kelas inspirasi bagi murid kelas 4-6, perlombaan bagi murid kelas 1-3, serta edukasi mengenai makanan sehat dan bergizi.

Kelas inspirasi pun diarahkan untuk memperkenalkan bermacam profesi di lingkungan BUMN sekaligus menyajikan pengalaman belajar yang interaktif bagi para murid.

Demi memperkokoh sokongan terhadap sarana pendidikan, BRI turut menyalurkan bantuan berupa empat unit proyektor serta satu paket cat dan renovasi lapangan olahraga di SDN 02 Sanur Kaja.

“Pendekatan yang kami lakukan adalah memastikan bahwa setiap kegiatan memiliki manfaat yang dapat diteruskan. Karena itu, selain aktivitas bersama masyarakat, kami juga memberikan dukungan berupa pengetahuan, pendampingan, dan sarana yang dapat digunakan dalam jangka lebih panjang. Harapannya, masyarakat dapat melanjutkan praktik baik yang telah dibangun selama program,” tambah Dhanny dari Sumbernya.

Sementara itu, pada bidang lingkungan, BRI mendorong keikutsertaan warga lewat agenda Jaga Sungai, Jaga Kehidupan serta edukasi pengelolaan sampah.

Relawan dan warga melaksanakan aksi bersih sungai, memilah sampah berdasarkan jenisnya, serta memperoleh edukasi mengenai hubungan ekosistem sungai, laut, dan kawasan pesisir.

Agenda pun dilengkapi kampanye guna mereduksi penggunaan plastik dan membangun komitmen bersama menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan lingkungan, BRI menyalurkan satu unit motor roda tiga kepada TPS3R Desa Sanur Kaja beserta sejumlah perlengkapan penunjang seperti sarung tangan, sepatu bot, kantong sampah, capit sampah, timbangan sampah, tempat sampah terpilah, dan papan komitmen “Sungai Bersih”.

Pada bidang kesehatan dan ketahanan pangan, relawan terlibat dalam program BRI Bertani di Kota bersama KWT Kota Pala.

Agenda mencakup penyemaian dan pemanenan sayuran, pengembangan produk turunan hasil pertanian, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

Pendekatan urban farming ini diarahkan guna mendorong pemanfaatan lahan terbatas secara produktif, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis pertanian skala rumah tangga.

Rangkaian agenda RBB Batch IX 2026 di Bali pun menjadi momentum kolaborasi antara BRI, BUMN, pemda, sekolah, pelaku UMKM, komunitas, dan warga.

Rangkaian program akan ditutup lewat agenda inaugurasi Relawan Bakti BUMN pada 19 Agustus 2026 di Pantai Matahari Terbit, yang turut diisi dengan penyerahan bantuan BRI kepada warga dan Desa Sanur Kaja serta apresiasi bagi para relawan.

Lewat program tersebut, BRI terus mendorong pendekatan pemberdayaan yang tidak berhenti pada pelaksanaan agenda, melainkan diarahkan untuk meninggalkan pengetahuan, kapasitas, fasilitas, dan praktik baik yang sanggup dimanfaatkan warga secara berkelanjutan.

Tags

Terkini