542 Model Mobil Baru Meluncur di China dalam 5 Bulan, BYD Sebut Investasi R&D Tak Sebanding Umur Produk

Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:00:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — Ritme peluncuran mobil baru di China mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sepanjang lima bulan pertama 2026, tercatat 542 model baru masuk pasar, dengan rata-rata lebih dari 108 model per bulan. Angka tersebut mencakup seluruh jenis kendaraan, dari mobil listrik hingga konvensional.

Fenomena ini disorot langsung oleh Wakil Presiden Eksekutif BYD, He Zhiqi. Ia menyebut biaya dan waktu pengembangan sebuah mobil tidak sebanding dengan singkatnya perhatian pasar terhadap produk baru. "Biaya dan waktu pengembangan sebuah mobil tidak sebanding dengan singkatnya perhatian pasar terhadap produk baru," ujar He Zhiqi dalam keterangannya dikutip dari Carscoop.

Membangun Satu Model Butuh Lebih dari Dua Tahun dan 1 Miliar Yuan

Di balik derasnya arus peluncuran tersebut, ada proses produksi yang berat. Setiap model baru membutuhkan investasi di atas 1 miliar yuan dan masa riset dan pengembangan (R&D) lebih dari dua tahun. Namun, siklus hidup produk di mata konsumen justru berbanding terbalik.

Antusiasme pasar terhadap sebuah model anyar kerap memudar bahkan sebelum usia kendaraan mencapai tiga bulan. Kondisi ini menciptakan tekanan besar bagi pabrikan untuk terus berinovasi dan meluncurkan produk baru demi menjaga relevansi, meski biaya yang dikeluarkan sangat besar.

Puncak Persaingan: Delapan Pabrikan Rilis Bersamaan dalam Satu Hari

Intensitas persaingan ini mencapai puncaknya pada 16 Juli 2026. Pada hari itu, setidaknya delapan produsen mobil memperkenalkan model anyar mereka secara bersamaan. Kejadian ini kemudian dijuluki "Crazy Thursday" oleh pengamat industri, menjadi bukti nyata bagaimana para pabrikan saling berebut perhatian konsumen di tengah pasar yang jenuh.

Ironisnya, gempuran produk baru ini terjadi justru saat pasar domestik China sedang tertekan. Penjualan mobil secara keseluruhan merosot 21 persen, sementara segmen kendaraan energi baru (NEV) ikut terkoreksi dengan penurunan 13 persen.

BYD dan Great Wall Ikut Tertekan di Semester Pertama 2026

Produsen besar tidak kebal terhadap tren negatif ini. BYD melaporkan penurunan penjualan sebesar 16 persen pada semester pertama 2026. Great Wall juga harus bersiap menghadapi proyeksi penurunan laba bersih yang cukup dalam, sementara Seres diprediksi mengalami kerugian.

Lesunya pasar domestik ini memperkuat dugaan bahwa strategi peluncuran masif mulai kehilangan efektivitasnya. Dengan tingkat kepemilikan kendaraan yang sudah tinggi, pertumbuhan masa depan tidak bisa lagi mengandalkan penambahan jumlah pembeli baru.

Persoalan industri otomotif China kini bergeser. Bukan lagi soal siapa yang mampu membuat teknologi tercanggih, melainkan siapa yang memiliki napas paling panjang untuk bertahan dalam perlombaan yang kian melelahkan ini.

Terkini