RKP 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%, Sektor Akomodasi dan Makan Minum Diproyeksi Paling Cuan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:45:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengungkapkan, percepatan laju ekonomi tersebut akan ditopang oleh sejumlah kebijakan strategis. Mulai dari pengembangan industri bernilai tambah, peningkatan produktivitas pangan, hingga optimalisasi aset BUMN dan pengembangan kawasan industri baru.

"Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi 2027 dalam RKP ditargetkan sebesar 6%," katanya dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, dikutip Jumat (28/8/2026).

Lonjakan Sektor Pariwisata dan Digital Jadi Motor Utama

Dari sisi produksi, pemerintah memproyeksikan hampir seluruh sektor utama tumbuh di atas 5%. Namun, ada tiga sektor yang diprediksi mencetak kinerja paling impresif, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.

  • Akomodasi dan makan minum: tumbuh 9,4%—tertinggi di antara sektor lain.
  • Transportasi dan pergudangan: tumbuh 8,9%.
  • Informasi dan komunikasi: tumbuh 8,1%.

Tingginya proyeksi pada sektor akomodasi dan transportasi mengindikasikan optimisme pemerintah terhadap geliat pariwisata dan mobilitas masyarakat. Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung digitalisasi ekonomi.

Industri Pengolahan dan Perdagangan: Andalan Lama yang Tetap Ekspansif

Di bawah tiga sektor teratas, industri pengolahan ditargetkan tumbuh 6,1% pada 2027. Pemerintah akan mendorong pengembangan industri strategis seperti kendaraan listrik, panel surya, dan semikonduktor, sekaligus melanjutkan program hilirisasi kelapa dan industri kimia. Nilai tambah dari industri rumput laut juga menjadi fokus untuk memperkuat daya saing sektor manufaktur nasional.

Sektor perdagangan juga dipatok tumbuh 6,5%, lebih tinggi dari target ekonomi nasional. Untuk mencapai angka ini, pemerintah akan mengembangkan bursa mineral dan komoditas strategis, serta mengaktifkan koperasi desa/kelurahan Merah Putih. Program Pro-Kesra yang menyasar 10 juta penduduk untuk berusaha dan bekerja diharapkan menjadi katalis utama sektor ini.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Investor?

Proyeksi pertumbuhan yang merata di atas 5% ini memberikan sinyal positif bagi iklim investasi. Sektor konstruksi yang tumbuh 5,6% dan pertanian yang ditargetkan naik 5,4% menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan tetap menjadi prioritas anggaran.

Untuk pertanian, pemerintah akan fokus pada pengembangan kawasan terintegrasi untuk pangan, perkebunan, perikanan, serta peternakan. Penguatan cadangan pangan nasional juga menjadi agenda utama untuk menjaga stabilitas harga.

Bagi investor, proyeksi ini menjadi peta awal untuk membaca arah belanja pemerintah dan potensi permintaan domestik. Sektor-sektor dengan target pertumbuhan tinggi seperti pariwisata, logistik, dan ekonomi digital biasanya menjadi penerima manfaat terbesar dari geliat konsumsi dan belanja modal.

Meski target terlihat ambisius, realisasinya akan sangat bergantung pada stabilitas ekonomi global, daya beli masyarakat, dan eksekusi kebijakan di lapangan. Pemerintah perlu memastikan bahwa program-program unggulan seperti Pro-Kesra dan pengembangan kawasan industri berjalan efektif untuk mencapai pertumbuhan 6% tersebut.

Terkini