Cek Kurs Dolar AS di BRI Hari Ini, Rupiah Melemah ke Rp17.721

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:54:46 WIB
Pegawai menunjukan mata uang dolar Amerika Serikat. ( sumber : net )

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (24/8/2026).

Simak kurs dolar AS di BRI hari ini.

Pada perdagangan Senin (24/8/2026), nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,15% ke level Rp17.721 per dolar AS.

Tidak hanya rupiah, pelemahan mata uang dialami oleh sejumlah mata uang di Asia.

Di antaranya, baht Thailand yang turun 0,01%, ringgit Malaysia turun 0,10%, yuan China turun 0,03%, hingga rupee India turun 0,02%.

Pelemahan juga dialami oleh dolar Taiwan yang turun 0,04%, dolar Singapura turun 0,08%, dan yen Jepang turun 0,16%.

Sebaliknya, kinerja menguat dialami oleh dolar Hong Kong yang naik 0,04% dan won Korea naik 0,10%.

Dalam catatan Bisnis, Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menuturkan bahwa penguatan indeks dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026) disebabkan oleh sejumlah sentimen.

Salah satunya, aksi AS yang disebut bakal memberikan sanksi kepada Iran.

Pernyataan pejabat AS tersebut muncul usai Presiden AS Donald Trump memperingatkan adanya perang ekonomi terhadap Iran, terutama di tengah kebuntuan yang terus berlanjut di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Selain itu, aktivitas bisnis di sektor jasa AS juga disebut solid.

Indeks PMI Jasa S&P Global AS Agustus melampaui perkiraan angka 54 dengan mencapai 56,8 yang merupakan level tertinggi sejak Desember 2024, dan melampaui angka 54,6 pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, kekhawatiran akan inflasi akibat harga energi di tengah ketegangan yang terus berlanjut di Iran disebut dapat memicu kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam beberapa bulan mendatang.

Dari dalam negeri, pasar disebut merespon negatif setelah defisit transaksi berjalan Indonesia melebar signifikan pada kuartal II/2026 menjadi US$12,5 miliar atau 3,3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pelebaran defisit transaksi berjalan, disebut dipengaruhi sejumlah faktor yang diprakirakan bersifat temporer.

Salah satunya adalah kenaikan impor minyak sejalan dengan tingginya harga minyak dunia.

Ibrahim juga menyoroti data kuartal II/2026.

NPI mencatat defisit US$900 juta, jauh lebih rendah dibandingkan defisit US$9,1 miliar pada kuartal I/2026.

Perbaikan tersebut ditopang transaksi modal dan finansial yang berbalik mencatat surplus US$12 miliar, setelah pada kuartal sebelumnya mengalami defisit US$4,8 miliar.

Ibrahim memproyeksikan pada perdagangan Selasa, (25/8/2026), mata uang rupiah diramal bergerak fluktuatif tetapi ditutup melemah pada rentang Rp17.720—Rp17.770 per dolar AS.

Berikut kurs dolar AS BRI hari ini, Selasa (25/8/2026): Kurs Jual Beli Dolar AS di BRI PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

(BBRI) menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS masing-masing sebesar Rp17.678 dan Rp17.734 untuk e-rate.

Lalu untuk TT counter, bank pelat merah itu mematok harga beli sebesar Rp17.565 per dolar AS dan harga jual Rp17.865 per dolar AS.

Tags

Terkini