Rupiah Berpotensi Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:51:59 WIB
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. ( sumber : net )

JAKARTA - Nilai tukar mata uang Garuda terhadap mata uang Amerika Serikat pada pembukaan transaksi hari Kamis naik 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.810 per dolar AS, bila dibandingkan dengan penutupan transaksi sebelumnya di angka Rp17.840 per dolar AS.

Pakar valuta asing Doo Financial Futures Lukman Leong berpendapat, rupiah mempunyai potensi meneruskan penguatan sejalan dengan melemahnya mata uang Amerika Serikat akibat aksi pembelian kembali (buyback) obligasi.

"Rupiah berpotensi menguat seiring pelemahan tajam pada dolar AS itu sendiri setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk menggandakan operasi buyback guna mendukung likuiditas obligasi jangka panjang," kata dari Sumbernya kepada dari Sumbernya di Jakarta, Kamis.

Penguatan mata uang Garuda pun terjadi sesudah Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk menjaga suku bunga acuan atau BI-Rate di posisi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada hari Rabu kemarin (19/8).

Bank Indonesia pun menjaga suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen serta Lending Facility sebesar 6,50 persen.

Dengan memperhatikan sentimen tersebut, Lukman memperkirakan mata uang Garuda bergerak dalam kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada transaksi hari Kamis.

Tags

Terkini

Fitch Soroti Risiko Kuasi Fiskal Danantara 2027

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

Alih Status Guru PPPK Beri Kelonggaran Fiskal

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

BNI Helat wondrX 2026 Bagikan Mobil Mewah

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

BNI Hadirkan Akses Eksklusif Tiket Konser Andrea Bocelli

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

Posko Peduli BNI Dampingi Anak Korban Gempa NTT Tersenyum

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB