BI Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Menguat Meski IHSG Melemah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:51:59 WIB
IHSG. ( sumber : net )

JAKARTA - Pasar keuangan di dalam negeri ditutup bervariasi pada aktivitas perdagangan hari Rabu kemarin.

Bursa saham mengalami pelemahan, sedangkan Rupiah memperlihatkan ketangguhannya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam tekanan pada transaksi hari Rabu (19/8/2026).

Koreksi ini muncul setelah saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menurun tajam seusai memberikan penjelasan mengenai isu aksi korporasi.

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG saat penutupan perdagangan Rabu terkoreksi 55,70 poin atau 0,86% ke posisi 6.394,12.

IHSG dibuka pada level 6.408,18 serta sempat mencapai angka tertinggi di 6.490 dan angka terendah di 6.373.

Seluruh transaksi hari kemarin menyentuh Rp 14,27 triliun, yang mencakup 36,01 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 2,20 juta kali.

Terdapat 238 saham yang menguat, 363 melemah, serta 188 saham stagnan.

Pemodal luar negeri akhirnya membukukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 933,53 miliar.

Salah satu pemicu utama tekanan indeks berasal dari saham BYAN yang terperosok 9,41% ke level Rp 15.650.

Padahal, pada perdagangan hari Selasa (18/8/2026), saham perusahaan tambang batu bara tersebut ditutup melonjak 19,97% ke level Rp17.275 dan menjadi salah satu penggerak utama kenaikan IHSG.

Bergeser ke pasar valuta asing, mata uang Garuda ditutup naik terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sesudah Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk menjaga suku bunga acuannya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Agustus 2026.

Menukil Refinitiv, pada transaksi Rabu (19/8/2026), rupiah ditutup menguat 0,14% ke titik Rp17.825/US$.

Peningkatan ini menjadikan mata uang Garuda sukses menetap di zona hijau sampai akhir perdagangan.

Keputusan BI menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar sepanjang perdagangan kemarin.

RDG Bank Indonesia pada tanggal 18-19 Agustus 2026 menetapkan untuk menjaga BI Rate di angka 5,75%.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%," ujar dari Sumbernya dalam konferensi pers daring, Rabu (19/8/2026).

Beriringan dengan hal itu, suku bunga Deposit Facility tetap di level 4,75% serta suku bunga Lending Facility tetap di level 6,50%.

Di pasar surat utang, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun menurun ke level 7,04% pada Rabu kemarin, dibandingkan 7,1% pada hari Selasa.

Melandainya imbal hasil ini menandakan harga SBN tengah meningkat karena banyak diburu investor.

Tags

Terkini

Fitch Soroti Risiko Kuasi Fiskal Danantara 2027

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

Alih Status Guru PPPK Beri Kelonggaran Fiskal

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

BNI Helat wondrX 2026 Bagikan Mobil Mewah

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

BNI Hadirkan Akses Eksklusif Tiket Konser Andrea Bocelli

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

Posko Peduli BNI Dampingi Anak Korban Gempa NTT Tersenyum

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB