Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen, Ini Alasannya

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:51:56 WIB
BI Pertahankan Suku Bunga 5,75%. ( sumber : net )

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan untuk memelihara suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen.

Ketentuan ini dirumuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung sepanjang 18-19 Agustus 2026.

Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan, selain BI-Rate, institusi bank sentral tersebut juga memelihara suku bunga Deposit Facility senilai 4,75 persen dan Lending Facility sebanyak 6,50 persen.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%," ujar Destry dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Rabu (19/8).

Kata dari Sumbernya, keputusan tersebut tetap konsisten dengan upaya menguatkan stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

BI juga menilai kebijakan itu diperlukan guna mengawal tercapainya sasaran inflasi sejumlah 2,5 persen plus-minus 1 persen pada tahun 2026 dan 2027, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Destry menuturkan, BI bakal terus memperluas kebijakan insentif dan berbagai kebijakan lainnya untuk meningkatkan arus masuk modal asing serta memperkokoh stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain itu, BI bakal meningkatkan likuiditas dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang serta perbankan.

Langkah tersebut pun dibarengi dengan percepatan pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA).

Di sisi lain, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Makroprudensial longgar juga terus diperkuat untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran akan difokuskan pada perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.

Tags

Terkini