Suku Bunga BI Rate Diramal Tetap di Level 5,75 Persen Pekan Ini

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:29:01 WIB
Bank Indonesia. ( sumber : net )

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diantisipasi akan menjaga suku bunga acuan BI Rate pada angka 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diagendakan pada 18-19 Agustus 2026.

"Untuk RDG pekan depan, base case kami BI masih akan menahan BI Rate di 5,75%," ujar Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz kepada sumbernya, Senin (17/8/2026).

Menurut Irman, apresiasi mata uang rupiah dalam beberapa saat terakhir serta membaiknya situasi makroekonomi dunia menjadikan BI tidak perlu terburu-buru melakukan kenaikan suku bunga.

Sebagai informasi, kurs rupiah di pasar spot pada Senin (17/8/2026) ditutup menguat pada posisi Rp 17.798 per dolar Amerika Serikat (AS).

Apabila dibandingkan dengan penutupan Jumat (14/8/2026) yang berada di level Rp 17.827 per dolar AS, rupiah mencatatkan penguatan sebesar 0,16%.

Di sisi lain, inflasi Amerika Serikat (AS) dan data tenaga kerja yang cenderung lemah menyebabkan penguatan dolar AS terhambat.

Menurut Irman, situasi tersebut menyediakan ruang bagi BI guna menjaga suku bunga selama tekanan terhadap rupiah masih sanggup dikendalikan melalui intervensi serta instrumen stabilisasi lainnya.

Akan tetapi, Irman mengamati bias kebijakan BI masih cenderung hawkish.

Sehingga ia mengestimasi BI tetap membuka kans kenaikan suku bunga pada semester kedua 2026 jika tekanan terhadap rupiah kembali menguat.

"Kami masih melihat ruang kenaikan suku bunga di paruh dua 2026 ini apabila tekanan rupiah kembali meningkat, dengan terminal rate kami di 6,25% pada akhir tahun," katanya.

Irman berpendapat bahwa pertimbangan BI dalam menentukan kebijakan pada RDG Agustus ini juga akan menimbang kondisi pertumbuhan ekonomi serta likuiditas dalam negeri.

Oleh karena itu, BI diproyeksi lebih mendahulukan kebijakan selain suku bunga guna memelihara stabilitas nilai tukar rupiah.

"Dari sisi domestik, inflasi masih relatif manageable dan pertumbuhan serta konsumsi mulai menunjukkan moderasi, sehingga belum ada urgensi menaikkan suku bunga dari sisi demand pressure," jelasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari faktor eksternal, seperti arah kebijakan suku bunga AS dan imbal hasil US Treasury, fluktuasi dolar AS, harga minyak, serta keberlanjutan arus modal asing.

Selama tekanan terhadap rupiah bisa diredam tanpa melakukan kenaikan suku bunga, BI dianggap masih mempunyai dasar untuk tetap mempertahankan BI Rate.

"Rate hike akan menjadi opsi ketika tekanan FX mulai lebih persisten dan berpotensi mengganggu ekspektasi inflasi maupun stabilitas pasar," ujar Irman.

Selanjutnya Irman menilai, BI perlu memadukan kebijakan suku bunga bersama intervensi yang terukur serta pendalaman pasar valuta asing (valas).

Menurutnya, intervensi melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) dianggap tetap krusial untuk meredam volatilitas rupiah.

Namun, upaya tersebut harus disertai dengan penguatan underlying transaksi valas, instrumen lindung nilai (hedging) yang lebih kompetitif, serta menjaga minat investor asing terhadap aset rupiah.

"Stabilitas rupiah tidak bisa hanya mengandalkan intervensi saja, konsistensi bauran kebijakan dan kredibilitas BI tetap menjadi jangkar utama," katanya.

Untuk prospek ke depan, Irman masih memandang rupiah berpotensi menemui tekanan dan volatilitas pada kuartal III-2026 karena adanya ketidakpastian geopolitik serta arah kebijakan The Fed.

"Base case kami nilai tukar rupiah bergerak (kuartal III) di rata-rata Rp 18.130 per dolar AS sebelum menguat pada kuartal IV ke arah Rp 17.900-an," ujar Irman.

Pihaknya melihat pada kuartal IV tensi geopolitik akan mereda, sehingga memberikan dorongan positif bagi EM currencies, termasuk rupiah.

Tags

Terkini

Metode Digital Detox Terbaik Menjaga Kesehatan Mental

Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:00:00 WIB

Cara Mengatasi Fomo di Media Sosial Agar Pikiran Tenang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:00:00 WIB

Ciri Utama Burnout Finansial pada Anak Muda dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:00:00 WIB

Panduan Praktis Mengatasi Stres Gen Z Secara Ampuh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:00:00 WIB