Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat Terhadap Dolar AS Jelang RDG BI

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:28:58 WIB
Pegawai menunjukan mata uang dolar Amerika Serikat. ( sumber : net )

JAKARTA - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat, seiring dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak positif di tengah pelemahan dolar AS.

Pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang bakal diumumkan sore ini.

Mengacu pada data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.50 WIB, rupiah dibuka pada level Rp17.843 menguat 0,11% dari posisi sebelumnya.

Data pasar juga menunjukkan mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS.

Penguatan paling besar dicatat won Korea won Korea Selatan yang naik 0,79%, disusul yen Jepang 0,18%, dolar Taiwan 0,17%, dan dolar Singapura 0,10%.

Sementara itu, yuan China menguat tipis 0,03% dan dolar Hong Kong naik 0,02%.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih berada di zona pelemahan.

Pelemahan terbesar dicatat peso Filipina yang melemah 0,09%, diikuti rupee India turun 0,07%, baht Thailand turun 0,06%, ringgit Malaysia turun 0,05%.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya risiko geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.

“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia,” ujar Lukman dari sumbernya, Rabu (19/8/2026).

Namun, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tidak akan terlalu dalam.

Pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan diumumkan sore ini.

“Namun pelemahan mungkin akan terbatas, dengan investor cenderung wait and see menantikan RDG BI sore ini,” kata Lukman dari sumbernya.

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Tags

Terkini