Polres Bengkayang dan BRI Sediakan KUR Bagi Petani Jagung

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:39:39 WIB
Sosialisasi mengenai mekanisme Kredit Usaha Rakyat. ( SUMBER : NET )

BENGKAYANG - Polres Bengkayang, Kalbar, menggandeng Bank Rakyat Indonesia untuk membuka akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat bagi petani guna mendukung pengembangan usaha pertanian dan memperkuat program swasembada pangan, khususnya komoditas jagung.

Kepala Kepolisian Resor Bengkayang Ajun Komisaris Besar Polisi Syahirul Awab menyatakan akses permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong produktivitas dan pengembangan usaha pertanian.

"Pada kesempatan ini, kami menghadirkan pihak BRI untuk memberikan sosialisasi terkait Kredit Usaha Rakyat. KUR merupakan salah satu fasilitas pembiayaan yang didukung pemerintah dan dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya kelompok tani, untuk mendukung kegiatan pertanian mulai dari penanaman hingga pengembangan usaha dan hasil produksi," ujar Kapolres saat sosialisasi mengenai mekanisme KUR kepada kelompok tani di Kabupaten Bengkayang, Kamis.

Pimpinan tersebut mengungkapkan program ketahanan pangan tidak hanya memerlukan peningkatan hasil, melainkan juga sokongan kepada petani supaya sanggup memajukan usaha secara berkesinambungan.

Oleh karena itu, kepolisian resor setempat memotivasi gabungan kelompok tani mengerti bermacam opsi pendanaan yang ada agar keperluan modal bisnis dapat tercukupi lewat jalur pembiayaan sah serta berlandaskan aturan.

Pimpinan kepolisian itu turut mengimbau para kepala sektor serta Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat untuk membantu menyebarluaskan wawasan seputar KUR kepada gabungan kelompok tani di daerah masing-masing.

"Kami berharap bapak dan ibu dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik dan tidak ragu bertanya mengenai persyaratan, mekanisme maupun tahapan pengajuan KUR," katanya.

Berdasarkan pandangannya, kerja sama bersama institusi keuangan menjelma sebagai wujud sokongan lintas sektor dalam mengokohkan ketahanan pangan serta menaikkan taraf hidup petani di Kabupaten Bengkayang.

Sesudah memperoleh dorongan dari pihak kepolisian, pihak bank memberikan pemaparan teknis berkenaan cara memperoleh pendanaan KUR kepada gabungan kelompok tani.

Di sisi lain, Pengelola Bisnis Mikro Cabang Singkawang Eko Ashar menerangkan KUR bank tersebut terbagi atas KUR Super Mikro, KUR Mikro dan KUR Kecil dengan ketentuan serta plafon pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kelayakan usaha calon debitur.

Ia menuturkan anggota gabungan kelompok tani sanggup mengajukan KUR secara perseorangan, selagi mempunyai bisnis produktif, memenuhi ketentuan serta lulus tahap penelaahan kredit.

"Kelompok tani menjadi wadah untuk mempermudah sosialisasi dan koordinasi, sedangkan proses pengajuan dan penyaluran kredit dilakukan kepada masing-masing debitur," kata Eko.

Uang KUR, sambung dia, dikirimkan langsung ke tabungan peminjam dan tidak lewat ketua ataupun pengurus gabungan kelompok tani.

Dalam acara penyuluhan tersebut, bank itu turut menguraikan pelbagai pertanyaan petani seputar batasan umur pemohon pinjaman, status pernikahan, prosedur permohonan serta aturan pertanggungan.

Eko menekankan warga yang belum berumah tangga tetap diizinkan memohon KUR asalkan memenuhi ketentuan, mempunyai bisnis produktif serta layak, dan lolos hasil telaah kredit.

Melalui kepemilikan wawasan seputar jalur pendanaan itu, kepolisian resor setempat menaruh angan agar makin banyak petani sanggup mempergunakan KUR secara tepat demi menaikkan kapasitas bisnis, hasil pertanian serta menyokong penguatan ketahanan pangan wilayah.

Tags

Terkini