Penguatan Kedaulatan Rupiah di Sumenep oleh BI Jatim dan TNI AL

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:11:11 WIB
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur. ( SUMBER : NET )

SURABAYA - Bank Indonesia Jawa Timur bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menguatkan kedaulatan Rupiah di daerah kepulauan lewat agenda Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jawa Timur 2026.

Agenda tersebut berjalan pada 6 sampai 10 Agustus 2026 dengan membidik tiga kawasan kepulauan di Kabupaten Sumenep, yakni Pulau Sapudi, Pulau Raas, serta Pulau Tanjung Kiaok.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim menuturkan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat ialah bagian dari usaha membawa pelayanan Rupiah sampai ke daerah terdepan, terluar, dan terpencil.

"Kegiatan ini merupakan perjalanan menghadirkan negara, memperluas jangkauan pelayanan, dan memastikan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh hak yang sama untuk menggunakan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar," ujar Ibrahim dalam keterangan di Surabaya, Sabtu (8/8).

Pemberangkatan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jawa Timur 2026 diselenggarakan di Dermaga Komando Armada II TNI Angkatan Laut, Surabaya.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Timur, pimpinan Komando Armada II TNI Angkatan Laut, pimpinan wilayah perbankan, dan mitra strategis Bank Indonesia.

Berdasarkan keterangan Ibrahim, agenda Ekspedisi Rupiah Berdaulat Jawa Timur menjelma sebagai bukti nyata ketetapan hati Bank Indonesia dalam menjamin ketersediaan uang Rupiah yang bermutu dan layak edar sampai pelosok kepulauan.

Program itu pun menjadi wujud kehadiran negara guna merawat kedaulatan Rupiah di samping memastikan warga di pelbagai pelosok mendapat fasilitas layanan secara merata.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jawa Timur 2026 mengusung tiga fokus pokok.

Pertama, memantapkan Rupiah selaku lambang kedaulatan serta pemersatu bangsa.

Kedua, memperluas pemerataan servis uang Rupiah bersamaan dengan mendongkrak literasi warga.

Ketiga, mempererat kerja sama antarlembaga demi memperlebar akses finansial dan menopang kemajuan ekonomi yang inklusif serta berkesinambungan di zona kepulauan.

Kolaborasi tersebut menggandeng Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI Angkatan Laut, sektor perbankan, pemerintah setempat, serta bermacam mitra strategis lain.

Di dalam penjelajahan tersebut, Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jawa Timur turut menyediakan fasilitas tukar uang Rupiah bagi masyarakat.

Servis itu menjadi porsi dari penerapan aturan peredaran uang bersih ataupun clean money policy.

Warga turut memperoleh penyuluhan seputar Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

Penyuluhan tersebut meliputi pemahaman perihal tanda keaslian uang Rupiah, tata cara memperlakukan serta merawat uang Rupiah dengan benar, dan pemakaian Rupiah sebagai alat bayar sah di kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masyarakat pun dibekali pemahaman menyangkut fungsi Rupiah dalam menggerakkan kegiatan serta perekonomian tanah air.

Lewat Ekspedisi Rupiah Berdaulat Jawa Timur 2026, Bank Indonesia beserta para mitra strategis berikrar memperluas cakupan layanan Rupiah di samping menaikkan literasi warga di kawasan kepulauan.

Program tersebut diproyeksikan mampu memicu penguatan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.

Bank Indonesia turut menyerukan khalayak agar menjaga serta memperlakukan Rupiah secara baik sekaligus mengaplikasikan jiwa Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

"Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan negara, identitas bangsa, dan pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata dari Sumbernya.

Tags

Terkini