BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Terbesar hingga Juli 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:20:53 WIB
55 Ribu KPR Subsidi. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berperan sebagai penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terbesar di tanah air.

Sampai penghujung Juli 2026, BTN sukses merealisasikan puluhan ribu unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta memperkokoh kontribusinya dalam memperluas jangkauan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Prestasi itu memperoleh apresiasi langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ketika mendatangi acara Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bertempat di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

“Dirut BTN, Pak Nixon, untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan kepada Pak Presiden bahwa penyaluran rumah subsidi BTN adalah yang tertinggi. Terima kasih Pak Nixon,” ujar Maruarar.

Pada momen serupa, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa kepemilikan hunian merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Oleh sebab itu, kepala negara tersebut mendorong pemerintah, sektor perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan sinergi agar semakin banyak warga mampu memiliki rumah layak dengan harga terjangkau.

Ketika pelaksanaan akad massal tersebut berlangsung, BTN tampil sebagai bank dengan total peserta terbanyak.

Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti rangkaian acara akad, baik secara langsung maupun lewat jaringan daring dari berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi berbagai pihak dalam ekosistem perumahan, termasuk sokongan Danantara Indonesia yang memperkuat kerja sama antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, serta para pengembang.

Menurut pimpinan tersebut, apresiasi dari pihak pemerintah menjadi dorongan kuat bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai institusi keuangan yang berfokus membiayai rumah rakyat.

Berdasarkan catatan Kementerian PKP hingga tanggal 29 Juli 2026, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, menjadi yang paling tinggi di antara bank anggota Himbara.

Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah mengalirkan 28.282 unit, sehingga total secara konsolidasi keduanya berhasil membiayai 84.048 unit rumah subsidi sepanjang tahun 2026.

Di samping memperluas akses KPR bersubsidi, BTN turut memperkuat pembiayaan pada sektor pasokan perumahan.

Hingga akhir Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai sekitar Rp4,39 triliun guna menyokong para pengembang, kontraktor, toko material bangunan, hingga pelaku usaha dalam rantai pasok industri perumahan.

BTN pun terus mengembangkan layanan digital lewat platform balé Properti yang memudahkan masyarakat dalam mencari hunian, menghitung estimasi cicilan, sampai mengajukan KPR secara online dalam satu ekosistem terpadu.

Pimpinan bank tersebut menyatakan bahwa berbagai inovasi ini diharapkan dapat mempermudah publik, khususnya para pembeli rumah pertama, untuk mendapatkan tempat tinggal.

“Kami ingin perjalanan masyarakat menuju rumah pertama semakin sederhana, mulai dari menemukan hunian yang sesuai hingga memperoleh pembiayaan. Karena itu, BTN terus memperkuat pembiayaan, mempercepat layanan, dan memperluas kolaborasi agar Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas,” ujarnya.

Perhelatan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP 2026 tercatat sebagai penyelenggaraan terbesar semenjak program ini pertama kali diluncurkan.

Berdasarkan data resmi BP Tapera, kegiatan ini melibatkan 62.710 debitur yang tersebar di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, sekaligus merefleksikan semakin eratnya sinergi antara pemerintah dan industri perbankan dalam mengakselerasi penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Tags

Terkini