Aliran Modal Asing Masuk RI Tembus US$8,5 Miliar Kuartal II 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:23:07 WIB
Bank Indonesia mencatat aliran modal asing mencapai US$8,5 miliar pada kuartal II 2026. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Bank Sentral (BI) merekam masuknya modal asing ke area finansial dalam negeri menyentuh angka US$8,5 miliar pada kuartal II 2026.

Gelombang modal itu disokong lewat penanaman modal Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Pejabat Pelaksana Tugas (Pjs) Gubernur BI Destry Damayanti menuturkan tren masuknya modal asing berlanjut pada kuartal III 2026 seiring meningkatnya daya tarik instrumen keuangan domestik berdenominasi rupiah.

"Aliran investasi portofolio asing pada kuartal II-2026 mencatat net inflows sebesar US$8,5 miliar, terutama didukung oleh SBN dan SRBI, yang kemudian berlanjut pada kuartal III-2026 seiring meningkatnya imbal hasil instrumen keuangan domestik rupiah," ujar Destry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8).

Pada bagian lain, Destry membeberkan kurs rupiah kembali perkasa pada penghujung Juli seusai sempat mendapati guncangan dipicu eskalasi tensi geopolitik serta pergeseran proyeksi pasar terhadap haluan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar rupiah bertengger di posisi Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026.

Sebelumnya, alat pembayaran nasional itu sempat melemah semenjak pertengahan Juli oleh sebab memanasnya pertempuran di Timur Tengah serta menguatnya prediksi pasar atas lonjakan suku bunga acuan Federal Reserve (Fed Fund Rate).

Guna mengawal ketahanan pasar finansial, BI pun senantiasa menjamin ketersediaan likuiditas pada pasar keuangan maupun perbankan.

Satu di antara upaya yang dijalankan ialah mengaktifkan kembali fasilitas pelelangan instrumen pre-process agreement (repo) bersama jangka waktu tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan sampai 12 bulan.

Di samping itu, BI meneruskan aksi memborong Surat Berharga Negara (SBN) pada pasar sekunder secara terukur sebagai bagian dari instrumen moneter.

Destry mengutarakan hingga 31 Juli 2026, pembelian SBN oleh BI menggapai Rp195,25 triliun.

"Pembelian SBN sepanjang 2026 hingga 31 Juli 2026 telah mencapai Rp195,25 triliun, di mana Rp79,6 triliun dibeli di pasar sekunder," kata PJs Gubernur BI tersebut.

Berdasarkan pemaparan Destry, bermacam upaya itu dieksekusi demi merawat ekspansi uang primer agar tetap kencang sekaligus menjamin kecukupan likuiditas dalam sektor perekonomian.

"Langkah tersebut tentunya dengan harapan dapat menjaga pertumbuhan uang primer tetap tinggi atau double digit seperti di akhir Juli yang meningkat sebesar 15 persen dan menjaga kecukupan likuiditas perekonomian," pungkas Destry dari Sumbernya.

Tags

Terkini