Didukung Danantara: Bisnis Emas BSI Melesat, Fee-Based Income Naik 712 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 12:30:22 WIB
BSI mencatat pertumbuhan bisnis emas. ( SUMBER : NET )

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis emas di tengah meningkatnya minat masyarakat berinvestasi logam mulia.

Hingga Juni 2026, jumlah nasabah bullion BSI melonjak 700 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi lebih dari 1,3 juta nasabah, dengan volume transaksi mencapai 8,06 ton emas.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong fee-based income (FBI) bisnis emas BSI meningkat 712 persen YoY, memperkuat posisi perseroan sebagai bullion bank pertama di Indonesia yang menghadirkan ekosistem layanan emas syariah terintegrasi.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas menunjukkan semakin tingginya kesadaran untuk melindungi nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Melalui aplikasi BYOND by BSI, masyarakat dapat mulai berinvestasi emas hanya dari Rp50 ribu dengan transaksi jual beli yang dapat dilakukan secara real time selama 24 jam," ujar Ade dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026), dari Sumbernya.

Baca Juga: Giat Kembangkan Ekonomi Syariah, Pemprov Jabar Raih Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026 Investasi Emas Mulai Rp50 Ribu Selain menghadirkan layanan digital melalui aplikasi BYOND by BSI, perseroan juga memperluas distribusi BSI Gold melalui jaringan toko emas rekanan di berbagai sentra perdagangan emas nasional.

Langkah tersebut dilakukan agar layanan investasi emas syariah semakin mudah dijangkau masyarakat di berbagai daerah.

BSI menilai kemudahan akses menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan jumlah nasabah bullion sepanjang tahun ini.

Gadai Emas Tumbuh Lebih dari 80 Persen Baca Juga: Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Kenalkan Investasi Emas Sejak Dini Bisnis bullion melengkapi ekosistem layanan emas BSI yang mencakup Cicil Emas, Gadai Emas, dan penjualan BSI Gold.

Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan gadai emas mencapai Rp30,5 triliun, meningkat 80,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, hingga Juli 2026, keseluruhan bisnis emas BSI telah menghasilkan fee-based income sekitar Rp2,10 triliun, atau naik 100 persen secara tahunan.

Jadi Mesin Pertumbuhan Baru BSI optimistis bisnis emas akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama perseroan pada masa mendatang.

Baca Juga: Literasi Keuangan Karyawan Jadi Fokus, Pegadaian Gandeng Pupuk Kaltim Selain meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan nonbunga, pengembangan layanan bullion dan ekosistem emas syariah juga diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan syariah melalui instrumen investasi yang aman, mudah diakses, dan terjangkau bagi masyarakat.

Terkini