JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi akan bergerak fluktuatif pada sesi perdagangan hari ini.
Sebagai informasi tambahan, mata uang rupiah di pasar spot sebelumnya sukses ditutup menguat sebesar 0,45 persen secara harian ke level Rp 17.986 per dolar AS pada hari Kamis.
Di samping itu, kurs rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) juga tercatat menguat 0,12 persen secara harian menuju posisi Rp 18.041 per dolar AS.
Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa pergerakan kurs rupiah untuk hari ini bakal banyak dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed).
Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa para pembuat kebijakan tetap berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2% bank sentral, sambil menekankan bahwa mereka siap untuk menyesuaikan suku bunga jika tekanan harga terbukti lebih persisten.
Selain itu, Warsh juga meminimalkan kekhawatiran publik terkait investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan yang dianggap dapat memicu lonjakan inflasi secara lebih luas.
Berdasarkan situasi tersebut, Ibrahim memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah akan cenderung fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp 17.986 – Rp 18.030 per dolar AS hari ini.
Di sudut pandang lain, Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong berpendapat bahwa akibat tidak adanya rilis data ekonomi krusial baik dari sisi domestik maupun eksternal, fokus perhatian para pemodal akan dialihkan kembali pada dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah serta fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Apabila tidak ada peningkatan ketegangan konflik, mata uang rupiah dinilai masih mempunyai celah untuk bergerak menguat pada perdagangan hari ini.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah untuk esok hari bakal bergulir di kisaran level Rp 17.950 – Rp 18.050 per dolar AS.