JAKARTA - Nilai saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merangkak naik sebesar 2,62% menuju level Rp 4.310 pada sesi perdagangan hari Kamis (16/7/2026).
Saham milik salah satu institusi perbankan pelat merah berskala jumbo ini terpantau ramai diburu oleh para pemodal internasional.
Akumulasi volume saham Bank Mandiri yang ditransaksikan menyentuh angka 103,43 juta lembar, melalui frekuensi transaksi sebanyak 24.372 kali, serta mencatatkan nilai perputaran uang mencapai Rp 442,29 miliar.
Kelompok investor asing membukukan catatan aksi beli bersih (net buy) pada instrumen saham Bank Mandiri senilai Rp 180,18 miliar.
Pada sesi perdagangan di hari sebelumnya, yakni Rabu (15/7/2026), pergerakan saham Bank Mandiri juga terpantau terapresiasi sebesar 0,96% dibarengi aksi net buy pemodal internasional senilai Rp 184,17 miliar.
Pada sisi yang lain, manajemen PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mempublikasikan pengumuman resmi menyangkut berkas laporan keuangan korporasi untuk paruh pertama tahun 2026.
Pihak manajemen Bank Mandiri (BMRI) memberikan pernyataan resmi mengenai bakal diadakannya proses pemeriksaan secara terbatas (limited review) terhadap berkas laporan keuangan konsolidasian Bank Mandiri untuk masa pembukuan Juni 2025.
Berdasarkan penjelasan jajaran manajemen BMRI, agenda audit terbatas atas laporan pembukuan finansial tersebut dilaksanakan bertalian dengan adanya proyeksi agenda aksi korporasi yang bakal ditempuh oleh perseroan.
“Berkenaan dengan hal tersebut, dengan ini kami sampaikan bahwa laporan keuangan konsolidasian perseroan periode Juni 2026 akan kami sampaikan kepada Bursa Efek Indonesia dan kami publikasikan dengan memperhatikan ketentuan Butir III.1.1.5.1 Peraturan I-E,” papar manajemen Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (17/7/2026).
Sebelum agenda tersebut mencuat, lembar laporan keuangan BMRI menginformasikan perolehan angka keuntungan bersih secara bank only menyentuh Rp 23,31 triliun sepanjang kurun waktu Januari hingga Mei 2026, atau melesat 18,64% secara tahunan (year on year/yoy).
Capaian positif tersebut berhasil direalisasikan berkat adanya sokongan dari tren ekspansi pembiayaan yang tangguh, kenaikan perolehan laba dari komisi, serta keberhasilan menekan beban bunga sekaligus alokasi biaya pencadangan.
Khusus untuk pencapaian laba bersih Bank Mandiri pada periode bulan Mei 2026 saja mampu bertengger di nominal Rp 5,26 triliun, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 17,64% jika dikomparasikan terhadap capaian pada bulan sebelumnya (month on month/mom).