IHSG Kamis 9 Juli 2026 Memerah, 253 Saham Terkoreksi, Asia Menghijau

Kamis, 09 Juli 2026 | 13:12:51 WIB
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (9/7/2026), berlawanan arah dengan mayoritas bursa Asia yang menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip data RTI Business pukul 09.10 WIB, IHSG turun 0,17 persen atau 9,90 poin ke level 5.863,47. Sebanyak 253 saham melemah, 227 saham menguat, dan 198 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 2,4 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,1 triliun.

Sektor yang tertekan:

  1. IDX Health: turun 0,85 persen
  2. IDX Infrastructure: turun 0,55 persen
  3. IDX Cyclicals: turun 0,33 persen

Saham LQ45 yang melemah:

  1. PT Astra International Tbk (ASII) turun 2,66 persen ke Rp4.760
  2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melemah 2,39 persen ke Rp2.450
  3. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 1,90 persen ke Rp205

Saham LQ45 yang menguat:

  1. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) naik 4,63 persen ke Rp565
  2. PT Alamtri Minerals Internasional Tbk (ADMR) menguat 1,81 persen ke Rp1.410
  3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,71 persen ke Rp1.190

Sentimen negatif IHSG berasal dari meningkatnya ketegangan AS–Iran serta keputusan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan untuk kemungkinan reklasifikasi ke Frontier Market.

Berbeda dengan IHSG, mayoritas bursa Asia justru menguat. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8 persen, Nikkei 225 Jepang menguat 2,3 persen, dan KOSPI Korea Selatan melonjak 3,8 persen didorong reli saham semikonduktor seperti Samsung Electronics dan SK Hynix.

Meski bursa Asia menghijau, lonjakan harga minyak akibat konflik di kawasan Teluk tetap membatasi penguatan. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan menambah tekanan di pasar obligasi.

Dengan tren pelemahan IHSG di awal perdagangan, investor disarankan mencermati saham sektor energi dan industri yang masih menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar.

Terkini