IHSG Kamis 9 Juli 2026 Bergerak di Zona Merah, Support 5.750–5.850 Jadi Fokus

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:43:43 WIB
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 7 poin atau 0,13 persen ke level 5.865 pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Pelemahan ini terjadi seiring tekanan global dari berakhirnya gencatan senjata Iran–Amerika Serikat (AS) yang memicu lonjakan harga minyak dan sentimen risk-off di pasar.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan koreksi. “IHSG potensi melanjutkan koreksi ke 5.850. Jika break di bawah 5.850, bisa terkoreksi ke 5.650–5.800,” tulisnya dalam riset harian. Support IHSG berada di 5.750–5.850, sementara resistance di 5.900–5.950.

Mayoritas bursa Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Rabu, dipicu ketegangan di Timur Tengah dan sikap hati-hati investor menjelang rilis risalah rapat kebijakan The Fed. Nikkei 225 Jepang turun 2,11 persen, Topix terkoreksi 1,37 persen, Kospi Korea Selatan jatuh 5,35 persen, dan Kosdaq melemah 5,56 persen. S&P/ASX 200 Australia turun 0,21 persen, sementara Hang Seng Hong Kong naik 3 persen dan Taiex Taiwan menguat 0,56 persen.

Di sisi global, indeks Wall Street mayoritas ditutup melemah setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Dow Jones Industrial Average turun 1,09 persen, S&P 500 melemah 0,28 persen, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,2 persen.

Di pasar energi, harga minyak melonjak tajam. Minyak mentah Brent naik 5,43 persen ke US$78,19 per barel, sedangkan minyak mentah WTI menguat 4,37 persen ke US$73,52 per barel. Lonjakan harga minyak ini semakin membebani sentimen pasar global dan menambah tekanan terhadap IHSG.

Dengan kondisi eksternal yang penuh ketidakpastian, IHSG diperkirakan masih akan menghadapi tekanan jual dalam jangka pendek, sementara investor disarankan mencermati level support dan resistance untuk strategi perdagangan harian.

Terkini