KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Bunga Tetap 5 Persen Sepanjang Kredit

Selasa, 30 Juni 2026 | 11:08:14 WIB
Ilustrasi KPR (sumber foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah resmi meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan tenor hingga 40 tahun. Dalam kebijakan tersebut, bunga tetap KPR subsidi tidak mengalami perubahan, yakni 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun sepanjang masa pembiayaan.

Dengan skema ini, debitur tidak akan terdampak fluktuasi suku bunga selama masa kredit. “Ada target besar yang harus kita capai. Karena itu diperlukan terobosan dan inovasi. Perpanjangan masa tenor ini merupakan salah satu upaya agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah,” tutur Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Senin (29/6/2026).

Melalui kebijakan tersebut, cicilan rumah subsidi diperkirakan dapat ditekan menjadi sekitar Rp500.000 hingga Rp700.000 per bulan. Harapannya, perpanjangan masa cicilan mampu memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah pertama. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, tenor yang lebih panjang akan meningkatkan kemampuan bayar masyarakat sehingga semakin banyak calon penerima yang memenuhi persyaratan pembiayaan perbankan.

“Semakin panjang masa cicilan, semakin ringan angsuran yang harus dibayar setiap bulan. Dengan begitu, masyarakat yang selama ini belum memenuhi persyaratan kemampuan bayar perbankan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan rumah subsidi,” ujarnya. Menurut BP Tapera, skema ini memungkinkan masyarakat dengan penghasilan sekitar Rp2,8 juta per bulan untuk memiliki rumah subsidi.

BP Tapera juga melaporkan capaian penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2026. Hingga 23 Juni, sebanyak 81.286 unit rumah telah direalisasikan dan 21.735 unit lainnya memasuki tahap akad kredit. Total realisasi penyaluran FLPP mencapai 103.003 unit rumah.

Untuk mengejar target 350.000 unit rumah hingga akhir 2026, BP Tapera menyiapkan langkah percepatan. Dari sisi permintaan, dilakukan kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, organisasi profesi, dan serikat pekerja. Sosialisasi, promosi digital, serta kampanye bersama perbankan dan pengembang juga terus digencarkan. Dari sisi pasokan, BP Tapera meningkatkan koordinasi dengan asosiasi pengembang serta memperkuat sinkronisasi data kebutuhan dan ketersediaan rumah agar penyaluran subsidi lebih cepat dan tepat sasaran.

BP Tapera optimistis langkah tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak, terjangkau, dan berkualitas.

Terkini