BI Ungkap Kredit Properti Mei 2026 Capai Rp1.690,8 T, Naik 17,2 Persen

Kamis, 25 Juni 2026 | 12:17:41 WIB
Ilustrasi KPR (sumber foto: NET)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit properti hingga Mei 2026 mencapai Rp1.690,8 triliun, tumbuh 17,2 persen secara tahunan. Angka ini relatif stabil dibandingkan dengan April 2026 yang tumbuh 17,5 persen.

Pertumbuhan kredit properti ditopang oleh beberapa segmen:

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) tumbuh 4,7 persen yoy menjadi Rp847,9 triliun, sedikit turun dari bulan sebelumnya yang tumbuh 4,8 persen.

Kredit konstruksi meningkat 44,6 persen yoy menjadi Rp570,5 triliun, lebih rendah dibanding April yang tumbuh 46,0 persen.

Kredit real estate naik 14,5 persen yoy menjadi Rp272,5 triliun, lebih tinggi dari April yang tumbuh 13,9 persen.

Secara keseluruhan, kredit perbankan pada Mei 2026 tercatat Rp8.759 triliun, tumbuh 10,8 persen yoy. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan April yang tumbuh 9,4 persen.

Pertumbuhan kredit perbankan didorong oleh:

  • Kredit korporasi tumbuh 17,2 persen yoy, naik dari 14,5 persen bulan sebelumnya.
  • Kredit perorangan Relatif stabil di 3,4 persen yoy.
  • Debitur lainnya mengalami kontraksi 10,3 persen yoy.

Berdasarkan jenis penggunaan:

  1. Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh 7,9 persen yoy, lebih tinggi dari April 5,8 persen. Pertumbuhan dipengaruhi oleh sektor pertambangan, penggalian, dan industri pengolahan.
  2. Kredit Investasi (KI) naik 20,5 persen yoy, dari April 18,4 persen. Pertumbuhan dipengaruhi oleh sektor keuangan, real estat, jasa perusahaan, serta pengangkutan dan komunikasi.
  3. Kredit Konsumsi (KK) tumbuh 5,8 persen yoy, melanjutkan pertumbuhan April 6,0 persen. Pertumbuhan dipengaruhi oleh kredit rumah, kendaraan bermotor, dan multiguna yang masing-masing tumbuh 4,6 persen, 9,4 persen, dan 8,2 persen.

Terkini