IHSG Sepekan Menguat 3,7 Persen, Sentimen MSCI Jadi Fokus Investor

Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:23:36 WIB
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sepekan dengan penguatan terbatas. Berdasarkan data pasar, IHSG ditutup naik tipis 0,08 persen ke level 6.177,14 pada Jumat, 19 Juni 2026. Artinya, sepanjang pekan IHSG berhasil menguat 3,76 persen.

Pergerakan IHSG menjelang akhir pekan sesuai ekspektasi konsolidatif. “IHSG bergerak konsolidasi dan respon investor terhadap laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review cukup positif,” ujarnya. Laporan tersebut menyoroti transparansi kepemilikan saham, indikasi perdagangan terkoordinasi yang berpotensi mengganggu pembentukan harga wajar, serta keterbatasan informasi berbahasa Inggris bagi investor asing.

Pelaku pasar kini menantikan pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026. Dari sisi eksternal, tekanan datang dari nilai tukar rupiah yang melemah ke Rp17.804 per dolar Amerika, seiring penguatan dolar akibat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Penguatan IHSG juga ditopang oleh kinerja sejumlah sektor. Sektor infrastruktur menjadi yang paling menguat, sementara sektor properti dan real estate mengalami tekanan. Nilai transaksi harian di pasar modal dalam negeri tercatat Rp24,65 triliun. Saham yang menopang penguatan IHSG antara lain BBCA, MDKA, WIFI, AKRA, dan UNVR. Sedangkan saham yang membebani indeks di antaranya TLKM, TOWR, ADMR, AMMN, dan BRPT.

Untuk perdagangan awal pekan depan, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi. “Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.100 hingga 6.250,” ujarnya. Pelaku pasar akan mencermati sentimen dari hasil MSCI Annual Market Classification Review serta arah kebijakan suku bunga global yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dan aliran dana asing.

Terkini