Kredit Amar Bank Tumbuh 30 Persen, NPL Terjaga Rendah 0,86 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:53:57 WIB
Ilustrasi Amar Bank (sumber foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) membukukan kinerja positif pada kuartal I 2026. Perseroan mencatat laba bersih Rp71,12 miliar atau tumbuh 5,36 persen secara tahunan, sekaligus menjadi laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Penyaluran kredit bruto bank digital yang berfokus pada segmen ritel dan UMKM melonjak 30,62 persen secara tahunan menjadi Rp4,16 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.

Kinerja tersebut diiringi perbaikan kualitas aset dengan rasio non-performing loan (NPL) neto turun menjadi 0,86 persen pada kuartal I 2026, dibandingkan dengan 1,48 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

“Salah satu bagian komponen krusial dari sistem tersebut adalah credit scoring yang senantiasa kami update secara berkala dengan mempertimbangkan tren perilaku yang paling baru,” katanya saat paparan publik di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Sistem credit scoring berperan penting dalam pengecekan latar belakang maupun rekam jejak debitur Amar Bank, dengan 86 persen kredit produktif, 55 persen berasal dari segmen UMKM, serta 56 persen di sektor riil.

Langkah ini diiringi komunikasi aktif dengan nasabah sehingga Amar Bank dipandang sebagai mitra dalam proses pelunasan kredit. “Sehingga, Amar Bank senantiasa dilihat sebagai partner oleh nasabah, bukan sebagai pihak yang perlu ditakuti,” sambungnya.

Rendahnya rasio NPL juga didukung oleh kebijakan pencadangan kerugian yang konservatif sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian. “Sehingga, kami meyakini bahwa angka NPL yang rendah itu sudah merupakan hasil pencadangan yang konservatif, dan menunjukkan tingkat kepercayaan kami yang sangat tinggi atas profitabilitas kami ke depannya,” ungkapnya.

Selain itu, sektor UMKM yang menjadi segmen utama Amar Bank dinilai memiliki tingkat resiliensi tinggi terhadap guncangan ekonomi. Walaupun tetap terdampak, UMKM memiliki mekanisme bertahan yang lebih efisien dibandingkan dengan korporasi besar. 

“Mereka punya metode bertahan yang berbeda, dan kami cukup salut sih kalau ketemu mereka, mereka resilien. Di tengah kondisi itu, mereka resilien sekali,” tandasnya.

Di sisi lain, Amar Bank menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak memberikan dampak langsung terhadap kinerja perseroan. Meski demikian, bank tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit guna menjaga kualitas aset dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi global.

Terkini