BTN Jadi Penyalur Terbesar FLPP Dengan 37.657 Unit Rumah Subsidi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:36:04 WIB
Ilustrasi KPR Subsidi (sumber foto: NET)

JAKARTA - Program rumah subsidi pemerintah semakin diminati masyarakat, terutama kalangan muda. Realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 77.532 unit rumah hingga 11 Juni 2026 atau 22,15 persen dari target 350.000 unit tahun ini. Kelompok usia 19–25 tahun menjadi penerima manfaat terbesar dengan 28.060 unit rumah atau 36,19 persen dari total nasional.

Tren penyaluran rumah subsidi terus menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki hunian.

"Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi," ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta.

Capaian penyaluran FLPP merupakan hasil kolaborasi dengan 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang. Sebanyak 77.532 unit rumah subsidi tersebut tersebar di 8.859 kawasan perumahan yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten/kota pada 35 provinsi.

Dari sisi perbankan, Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi penyalur terbesar dengan 37.657 unit rumah atau 48,56 persen dari total realisasi. Disusul Bank Syariah Nasional 19.088 unit (24,61 persen), BRI 6.275 unit (8,09 persen), BNI 5.608 unit (7,23 persen), Mandiri 2.755 unit (3,55 persen), dan sisanya 7,96 persen dari bank mitra lainnya.

Dari sisi pengembang, Real Estat Indonesia (REI) mencatat kontribusi terbesar dengan 32.026 unit rumah atau 41,3 persen. Apersi menyalurkan 23.048 unit (29,72 persen), Himperra 10.426 unit (13,44 persen), Asprumnas 3.532 unit (4,55 persen), dan PI 2.475 unit (3,19 persen).

Berdasarkan jenis pekerjaan, pekerja swasta mendominasi dengan 52.592 unit rumah atau 67,83 persen. Disusul wiraswasta 12.699 unit (16,38 persen), PNS 6.343 unit (8,18 persen), kategori lainnya 4.723 unit (6,09 persen), dan TNI/Polri 1.175 unit (1,52 persen).

Heru optimistis penyaluran FLPP akan terus meningkat hingga akhir tahun. BP Tapera terus berkoordinasi dengan perbankan dan pengembang untuk memastikan target 350.000 unit rumah subsidi pada 2026 dapat tercapai.

Dengan tingginya minat generasi muda dan pekerja swasta terhadap program ini, rumah subsidi diperkirakan tetap menjadi solusi utama bagi MBR untuk memiliki hunian di tengah tantangan harga properti yang terus meningkat.

Terkini