BI Rate Naik 100 Basis Poin, Ketidakpastian Global Tekan Ekonomi RI

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:36:03 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (sumber foto: NET)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar total 100 basis poin sepanjang tahun 2026. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak ketidakpastian global.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI menaikkan suku bunga 50 bps pada Mei, kemudian 25 bps pada RDG Mingguan awal Juni hingga 5,50%. Selanjutnya, RDG 17–18 Juni kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%. Dengan demikian, total kenaikan suku bunga acuan sepanjang tahun ini mencapai 100 bps.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kenaikan premi risiko pada aset keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian global, khususnya setelah sikap kebijakan The Fed yang lebih hawkish dari perkiraan.

Dari sisi fundamental, ekonomi Indonesia tetap tangguh, namun kerentanan domestik masih tinggi. Potensi dampak harga energi global yang lebih tinggi dan depresiasi rupiah dapat menekan inflasi, posisi fiskal, serta neraca eksternal. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi impor dan memperlebar defisit kembar.

Penerimaan pemerintah yang lebih lemah juga dapat membatasi fleksibilitas fiskal, terutama di tengah kewajiban pembayaran utang dan subsidi energi. Sementara itu, sektor eksternal menghadapi tekanan dari impor energi dan barang setengah jadi, dengan ekspor yang lesu akibat perlambatan ekonomi global.

Kondisi ini menambah premi risiko pada aset keuangan Indonesia dan tekanan depresiasi rupiah. Sentimen investor juga tetap waspada menjelang tinjauan klasifikasi pasar MSCI dan penilaian peringkat kedaulatan S&P untuk Indonesia pada Juni–Juli 2026.

Ke depan, arah suku bunga BI akan bergantung pada perkembangan ketidakpastian global dan domestik. Jika tekanan berlanjut, BI kemungkinan mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Namun, jika risiko mereda, kebutuhan pengetatan bisa berkurang dan BI memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menyesuaikan kebijakan.

Untuk saat ini, perkiraan dasar menunjukkan BI Rate akan tetap di 5,75% sepanjang sisa tahun 2026, kecuali jika tekanan eksternal dan domestik meningkat yang dapat memaksa pengetatan tambahan.

Terkini