Sektor Perumahan Bali Tumbuh Bersama KPR Subsidi yang Capai 13.244 Unit

Rabu, 10 Juni 2026 | 11:01:24 WIB
Ilustrasi KPR (sumber foto: NET)

DENPASAR - Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi di Bali hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp 1,64 triliun. Nilai itu tumbuh 3,3 persen secara tahunan (year-on-year).

Sementara secara akumulatif, dilaporkan bahwa pembiayaan telah menyalurkan KPR Subsidi sebanyak 13.244 unit di Bali. Hal itu diungkap oleh Kepala Kantor Wilayah Jatim Bali Nusra, Bagus Hendri Setiawan, di Denpasar, Senin (8/6/2026).

“Ekosistem perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas. Karena itu, BTN tidak hanya hadir ketika masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung seluruh rantai nilainya," ujar Bagus.

Selain terkait permintaan rumah, melalui Kredit Program Perumahan (KPP) ditargetkan untuk menyasar ekosistem sektor perumahan. Mulai dari pengembang, penyedia jasa konstruksi, pedagang bahan bangunan, hingga UMKM yang memerlukan dukungan pembiayaan hunian produktif.

Terhitung hingga Maret 2026, dana yang disalurkan sebesar Rp 53,6 miliar untuk KPP di Bali. Menurut Bagus, program tersebut bertujuan untuk percepatan penyediaan rumah, sekaligus menggerakkan rantai ekonomi sektor perumahan di daerah.

"Di Bali, penguatan ekosistem perumahan ini berjalan berdampingan dengan perluasan layanan digital melalui 'balé by BTN' dan kerja sama di sektor pariwisata,” kata Bagus.

Dia menyebut, transformasi menuju beyond mortgage dilakukan guna memperluas peran perseroan dari bank pembiayaan perumahan menjadi mitra finansial. Mulai dari transaksi pembayaran, kebutuhan perjalanan, dan membantu pelaku usaha lokal agar mudah bertransaksi.

Jumlah pengguna aplikasi transaksi digital di Bali, sampai Maret 2026 tercatat 41.000 pengguna, tumbuh 59 persen secara tahunan. Sementara jumlah transaksi finansialnya disebut naik 76 persen yoy menjadi 111,2 ribu transaksi.

Sebagaimana diketahui, bank sentral dalam Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan mencatat bahwa volume transaksi menggunakan mobile banking secara nasional tumbuh 26,7 persen yoy per Maret 2026.

Adapun jumlah mitra dagang digital di Pulau Dewata meningkat 110 persen yoy menjadi 4,2 ribu merchant. Transaksi dari mitra dagang tersebut juga naik 205 persen yoy.

"Kami melihat pariwisata Bali memiliki rantai ekonomi yang sangat besar. Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder pariwisata Bali," ungkap Bagus.

Namun, Bagus menekankan bahwa langkah tersebut tidak meninggalkan DNA utama sebagai bank perumahan. Dia menilai bahwa transformasi beyond mortgage dilakukan dengan memperkuat bisnis inti perumahan serta memperluas ekosistem pendukung sektor properti dan ekonomi daerah.

Terkini