JAKARTA - Catatan pencapaian penyaluran pembiayaan berskema program khusus untuk bidang kelautan serta perikanan menyentuh angka Rp2,23 triliun sepanjang periode triwulan 1 2026.
Kucuran modal investasi tersebut sudah dialokasikan kepada sebanyak 131.230 pihak peminjam modal yang tersebar di beragam subsektor roda usaha perikanan dan kelautan.
Menilik dari laporan data statistik, bidang penangkapan ikan menjelma sebagai penampung kucuran dana terbesar lewat porsi serapan senilai 34,88 persen dari total pagu kredit yang digulirkan.
Berikutnya, pada bidang budi daya perikanan sukses menyerap porsi 32,67 persen, lini perdagangan hasil perikanan sebesar 22,13 persen, serta bidang pengolahan hasil perikanan mengamankan bagian 2,91 persen.
Pengguliran kredit program ini dinilai sebagai instrumen krusial dalam memperkokoh tingkat produktivitas sekaligus kapasitas operasional para pegiat usaha maritim di tengah langkah memacu roda ekonomi berbasis kelautan.
Penyediaan dana segar ini juga diandalkan mampu melebarkan jalan masuk permodalan bagi para nelayan, pembudi daya biota air, hingga lini pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah perikanan yang menjadi roda penggerak ekonomi.
Di samping menopang jalannya roda produksi, kemudahan akses modal dipandang andal dalam mengatrol daya saing usaha, memperkokoh kelancaran rantai pasokan ikan, serta memicu pertumbuhan bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Optimalisasi penyaluran dana pinjaman kepada para pelaku usaha sektor bahari terus dipacu melalui aneka macam skema pembiayaan program guna mempercepat kebangkitan sektor produktif dan menyokong visi ekonomi biru.