Laju IHSG Berpeluang Melemah Hari Ini pada Perdagangan 2 Juni 2026

Selasa, 02 Juni 2026 | 16:07:55 WIB
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk bergerak melemah pada perdagangan saham Selasa, (2/6/2026).

Kondisi indeks pada hari ini diperkirakan akan menguji tingkat area level 5.889.

Pada perdagangan saham Jumat, 29 Mei 2026, indeks saham domestik ini ditutup melemah tipis sebesar 0,05% ke level 6.217 dengan disertai kemunculan volume pembelian.

Sementara itu, dalam grafik mingguan atau timeframe weekly, laju indeks terpantau tergelincir sebesar 0,56% dengan volume penjualan yang menunjukkan kecenderungan mengecil.

Posisi pergerakan indeks pada saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya,” ujarnya.

Diproyeksikan bahwa pergerakan indeks akan berada di level support 5.996, 5.899 dan level resistance 6.318, 6.459 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Pada pekan ini, laju indeks dinilai masih rawan mengalami fase koreksi dengan batas level support 6.071 dan level resistance di posisi 6.262.

Sejumlah sentimen pasar yang memengaruhi antara lain rilis data Purchasing Manager’s Index (PMI) serta data ketenagakerjaan dari Amerika Serikat (AS).

Selain itu, sentimen lainnya berasal dari rilis data inflasi dalam negeri serta perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku selama 60 hari.

Sementara itu, prediksi dari hasil riset lainnya menyebutkan bahwa indeks berpotensi mengalami pelemahan terbatas pada rentang area support dan resistance di level 5.880-6.220.

Rekomendasi Saham:

Untuk pilihan saham pada perdagangan hari ini, terdapat beberapa emiten yang dapat dicermati oleh para pelaku pasar modal.

Beberapa emiten tersebut meliputi:

  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
  • PT United Tractors Tbk (UNTR)
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
  • PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA)
  • PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

Rekomendasi Teknikal:

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness

Saham DEWA terpantau bergerak menguat sebesar 1,21% menuju ke level 334 dengan disertai kemunculan volume pembelian.

“Kami memperkirakan, posisi DEWA saat ini berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” ujarnya.

Buy on Weakness: 282-330

Target Price: 384, 412

Stoploss: below 270

PT United Tractors Tbk (UNTR) - Trading Buy

Saham UNTR mengalami koreksi sebesar 3,68% menuju ke level 22.925, namun mulai terlihat adanya kemunculan volume pembelian.

“Saat ini, posisi UNTR kami perkirakan berada pada bagian dari wave (3) dari wave [C],” tuturnya.

Trading Buy: 22.575-22.925

Target Price: 24.225, 25.250

Stoploss: below 22.300

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness

Saham UNVR bergerak melemah dengan koreksi sebesar 2,84% ke tingkat 1.710 disertai volume pembelian, namun lajunya tertahan oleh garis MA20.

Diperkirakan bahwa posisi dari pergerakan saham UNVR pada saat ini tengah berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.

Buy on Weakness: 1.540-1.670

Target Price: 1.805, 2.000

Stoploss: below 1.485

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) - Sell on Strength

Saham NCKL berhasil bergerak menguat sebesar 5,33% ke level 890 dengan disertai adanya kemunculan volume pembelian.

Posisi saham NCKL untuk saat ini diperkirakan tengah berada pada bagian fase akhir dari wave [iv] dari wave C.

“Hal tersebut berarti, penguatan NCKL akan cenderung terbatas dan rawan koreksi untuk membentuk wave [v] ke rentang 745-760 sekaligus menutup area gap,” ujarnya.

Sell on Strength: 905-945

Kondisi perdagangan sebelum libur menunjukkan laju indeks sempat berbalik arah melemah tipis pada sesi perdagangan saham hari Jumat, (29/5/2026).

Koreksi pada laju indeks tersebut terjadi di tengah nilai transaksi harian pasar saham yang mampu mencapai angka Rp 50,1 triliun.

Berdasarkan data pasar modal, indeks ditutup melemah tipis sebesar 0,05% menjadi berada pada tingkat level 6.127,38.

Sementara itu, untuk indeks saham acuan LQ45 terpantau mengalami penurunan sebesar 1,49% menuju ke posisi 611,16.

Pergerakan indeks saham domestik pada hari tersebut dinilai cenderung volatile atau bergerak dengan fluktuasi yang cukup tinggi.

Kondisi ini terlihat pada sesi pre-opening di mana indeks sempat berada di zona merah, kemudian bergerak menghijau sepanjang hari sebelum akhirnya ditutup koreksi tipis.

Laju pergerakan indeks dirasa masih cukup berat dan rawan koreksi, di mana emiten konglomerasi mayoritas menguat saat rebalancing MSCI sedangkan tekanan datang dari perbankan berkapitalisasi besar.

Kondisi Sektor Saham:

Jelang akhir pekan lalu, indeks bergerak pada level tertinggi di posisi 6.230,50 dan menyentuh level terendah di posisi 6.111,97.

Tercatat sebanyak 409 saham bergerak melemah, 271 saham mengalami penguatan, dan sebanyak 137 saham lainnya ditutup stagnan.

Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.377.153 kali dengan volume transaksi mencapai 47,2 billion saham senilai Rp 50,1 triliun.

Sementara itu, posisi nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat terhadap mata uang rupiah berada pada kisaran level 17.870.

Di tengah koreksi indeks, mayoritas sektor saham masih menghijau di mana sektor infrastruktur memimpin kenaikan terbesar yaitu sebesar 2,89%.

Disusul oleh sektor basic yang mendaki sebesar 2,65% dan sektor komoditas energi yang melesat naik hingga mencapai 1,95%.

Lalu sektor industri bertambah 0,31%, sektor consumer siklikal menanjak 1,17% dan sektor transportasi mengalami kenaikan sebesar 0,77%.

Di sisi lain, sektor consumer nonsiklikal terpangkas 0,64%, sektor kesehatan susut 1,49%, dan sektor keuangan terperosok sebesar 1,04%.

Kemudian untuk sektor properti tercatat mengalami penurunan sebesar 1,09% serta sektor teknologi ditutup melemah sebesar 0,63%.

Jelang penutupan akhir pekan tersebut, harga dari saham BMRI ditutup turun sebesar 1,21% menuju ke level Rp 4.080 per lembar saham.

Harga saham BMRI dibuka turun 10 poin ke Rp 4.120 dari penutupan sebelumnya di Rp 4.130, dengan rentang harian di level Rp 4.190-Rp 4.080.

Total frekuensi untuk transaksi saham BMRI mencapai 38.176 kali dengan volume 5.056.176 saham serta nilai perputaran uang sebesar Rp 2,1 triliun.

Terkini