IHSG Melemah ke Level 6.130 Saat Rupiah Sempat Sentuh Angka Rp17.900

Jumat, 29 Mei 2026 | 13:34:40 WIB
Ilustrasi Grafik Saham (sumber foto: NET)

JAKARTA - Laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada sesi transaksi 26 Mei 2026 berakhir di zona merah dengan koreksi sebesar 1,23 persen atau merosot 76,15 poin menuju posisi 6.130.

Penurunan indeks saham domestik yang kembali berlanjut ini berjalan beriringan dengan maraknya aksi pelepasan portofolio oleh pemodal internasional di pasar reguler dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp1,89 triliun.

Pelemahan bursa saham dalam negeri tersebut juga sejalan dengan kondisi nilai tukar rupiah yang sempat terperosok ke posisi Rp17.900 per dolar AS di pasar spot pada 28 Mei 2026, atau mencatatkan depresiasi hingga 7 persen sejak awal tahun.

Kebijakan penyesuaian suku bunga acuan BI-Rate sebesar 50 bps yang dieksekusi pada Mei 2026 dinilai belum cukup kuat untuk memicu kembali masuknya aliran modal asing ke instrumen pasar keuangan domestik.

Untuk gambaran peta imbal hasil saat ini, tingkat keuntungan instrumen SRBI merangkak naik menuju kisaran 6,52 persen hingga 6,78 persen, sedangkan return produk TD Valas DHE meningkat ke rentang 3,9 persen sampai 4,17 persen.

Di sudut lain, dinamika pasar pada penghujung pekan ini tepatnya 29 Mei 2026 sedang berfokus menanti momentum pemberlakuan bobot indeks efek komparatif MSCI yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026 mendatang.

Pasca agenda tersebut, pada 18 Juni 2026 otoritas MSCI dijadwalkan bakal melanjutkan tahapan peninjauan atas kondisi pasar modal Indonesia untuk keperluan penataan ulang portofolio berkala yang ditargetkan pada 12 Agustus 2026.

Komunitas pelaku pasar saat ini juga tengah mengantisipasi hasil tinjauan klasifikasi pasar pada 23 Juni 2026 yang akan mempertegas status Indonesia, apakah tetap mapan di kelompok emerging market atau turun ke kasta frontier market.

Sementara dari kabar global, bursa saham Wall Street dilaporkan kompak melesat sebagai respons positif terhadap mencuatnya peluang perpanjangan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran selama periode 60 hari.

Adanya momentum gencatan senjata tersebut ikut menekan nilai komoditas minyak mentah jenis Brent sebesar 9,49 persen dalam kurun waktu sepekan, sekaligus meneruskan tren penurunan pekan sebelumnya sebesar 5,24 persen ke posisi USD93,71 per barel.

Pada periode laporan April 2026, tingkat inflasi belanja personal tahunan di AS berada di level 3,8 persen, naik dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 3,5 persen, namun capaian ini dinilai tetap selaras dengan ekspektasi akibat efek lonjakan harga energi.

Mengikuti tren penguatan yang melanda bursa Wall Street, indeks saham utama Asia seperti Nikkei 225 ikut terdorong naik sebesar 1,97 persen bersamaan dengan indeks KOSPI yang menguat 1,90 persen dalam transaksi harian.

Untuk perdagangan akhir pekan ini, indeks saham dalam negeri diproyeksikan bakal berfluktuasi secara bervariasi pada rentang area batas bawah 6.050 hingga batas atas 6.250.

Berikut adalah rincian teknis untuk beberapa saham pilihan pada hari ini, 29 Mei 2026:

Saham PGAS (Speculative Buy)

Harga Penutupan: 1,895

Target Harga: 1,930 – 1,965

Batas Penurunan Risiko: kurang dari 1,825

Posisi harga saham PGAS saat ini terpantau sedang menguji area penahan di level 1,860 yang berperan sebagai pondasi krusial dalam menjaga kelanjutan tren positif jangka pendek.

Selama harga saham mampu bertahan stabil di atas batas tersebut serta tidak meluncur ke bawah angka 1,690, maka peluang untuk mencatatkan pembalikan arah teknikal ke kisaran target 1,795–1,830 diproyeksikan masih terbuka.

Kondisi pergerakan harga komoditas saham ini juga mulai memperlihatkan indikasi awal untuk rebound seiring dengan tekanan aksi jual dari pelaku pasar yang terpantau mulai menyusut.

Saham TLKM (Speculative Buy)

Harga Penutupan: 3,090

Target Harga: 3,150 – 3,210

Batas Penurunan Risiko: kurang dari 2,970

Emiten TLKM terpantau tengah menguji batas bawah pertahanan di posisi 3,030 yang memegang peranan sebagai area kunci penahan tekanan jual investor.

Sepanjang posisi harga tidak terjatuh melampaui batas bawah di level 2,970, maka peluang terjadinya penguatan teknikal jangka pendek dinilai masih ada dengan proyeksi kenaikan ke area rentang 3,150–3,210.

Saham ini dinilai masih cukup prospektif untuk terus dipantau sejalan dengan adanya peluang perbaikan indikator momentum teknikal dalam waktu dekat.

Saham WIIM (Speculative Buy)

Harga Penutupan: 1,760

Target Harga: 1,795 – 1,830

Batas Penurunan Risiko: kurang dari 1,690

Posisi harga saham WIIM saat ini berada di sekitar wilayah support 1,725 yang menjadi barometer penting demi menjaga stabilitas pergerakan harga dalam jangka pendek.

Selama nilai saham sanggup bertahan di atas koridor tersebut serta tidak jatuh ke bawah angka 1,690, maka peluang pergerakan naik menuju rentang target 1,795–1,830 dinilai tetap terjaga.

Potensi terjadinya pembalikan arah secara teknikal juga dinilai sudah mulai nampak beriringan dengan kondisi tekanan jual di pasar yang kian terbatas.

Terkini