JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap membanjiri pasar properti nasional dengan meluncurkan 10 ribu unit tempat tinggal seken lewat program Lelang Akbar BTN 2026.
Pihak perbankan menawarkan puluhan ribu aset properti tersebut dengan potongan harga kompetitif mencapai 40 persen di bawah harga pasar pada umumnya. BTN juga menyuguhkan opsi skema pembiayaan rumah seken dengan tingkat suku bunga mulai lima persen, guna memperluas keterjangkauan masyarakat dalam memiliki tempat tinggal maupun berinvestasi sekaligus menyokong Program 3 Juta Rumah.
Tren hunian seken serta aset lelang pada saat sekarang kian digandrungi masyarakat lantaran menawarkan nilai jual yang lebih ramah di kantong dengan area lokasi yang rata-rata sudah bertumbuh serta mempunyai fasilitas penunjang yang komplit.
"Melalui Lelang Akbar BTN 2026, kami ingin membuka akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti second yang lebih sehat, transparan, dan mudah diakses masyarakat di Indonesia,"
Adapun puluhan ribu komoditas hunian seken tersebut dapat dipantau secara digital melalui platform khusus aset lelang milik korporasi, baik melalui laman web resminya maupun aplikasi mobile. Fasilitas digital ini merupakan terobosan yang menyediakan ekosistem tempat tinggal seken dan aset lelang secara terintegrasi, mulai dari menu katalog, proses transaksi, hingga akomodasi pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah.
Aset properti yang dipasarkan meliputi rumah tapak, apartemen, rumah toko, hingga jenis properti komersial lainnya. Area lokasinya pun tersebar secara variatif, mulai dari wilayah Jabodetabek, Pulau Jawa, sampai dengan daerah di luar Pulau Jawa.
Sebagian besar dari portofolio aset tersebut bertempat di area yang sudah ditopang oleh akses infrastruktur yang memadai, sarana publik, serta kondisi lingkungan hunian yang telah matang.
“BTN menargetkan tingkat keberhasilan lelang sebesar 35% sepanjang 2026 setelah sebelumnya berhasil mencatatkan performa laku lelang tertinggi di antara bank Himbara pada 2025 dengan realisasi mencapai 34,4%,”
Guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memboyong properti lelang ini, pihak perbankan menyuguhkan produk kredit khusus dengan tingkat suku bunga mulai lima persen tetap selama lima tahun, uang muka mulai satu persen, serta jangka waktu cicilan sampai 30 tahun.
"Kami melihat rumah second kini tidak hanya menjadi alternatif investasi, tetapi juga solusi kepemilikan hunian bagi masyarakat di tengah kenaikan harga rumah baru.
Penguatan ekosistem rumah second ini diharapkan dapat memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, mendukung Program 3 Juta Rumah, sekaligus menciptakan pasar properti yang lebih sehat dengan pilihan harga yang lebih kompetitif,"
Hadirnya pasokan hunian lelang ke pasar lewat agenda kali ini diperkirakan bakal menjadi salah satu stimulus pendorong bagi lonjakan besar sektor properti dalam beberapa tahun mendatang.
"Jangan terlewat kesempatan ini apalagi proses lelang kini semakin mudah. Pasar hunian second memiliki potensi besar untuk tumbuh karena adanya keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan peningkatan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun,”
Pasar sekunder dinilai mampu menjadi jalan keluar guna memperluas keterjangkauan kepemilikan hunian di tengah tingginya angka backlog perumahan domestik. Dengan harga kompetitif, lokasi strategis, infrastruktur yang sudah jadi, serta akomodasi kredit bunga satu digit, hunian seken menjadi opsi memikat bagi publik untuk memiliki tempat tinggal maupun investasi.
Penyelenggaraan agenda berskala besar ini juga sejalan dengan peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia. Momen ini menjadi pengingat bahwa mekanisme lelang merupakan instrumen ekonomi yang adaptif, transparan, serta relevan dalam menyokong perekonomian nasional.
Tema yang diusung tersebut juga dinilai sangat pas dengan dinamika ekonomi saat ini terutama dalam memperluas jangkauan ekonomi masyarakat luas.
Pihak otoritas terkait terus melakukan pembenahan kualitas layanan lelang melalui program digitalisasi aplikasi serta sistem operasional agar proses lelang dapat berjalan semakin cepat, transparan, dan mudah diakses publik.
"Kami meyakini sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam menentukan kesuksesan Lelang Akbar BTN 2026 sekaligus memperluas partisipasi publik dalam ekosistem lelang nasional,"