Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat Terbatas ke Rp17.650 Hari Ini

Senin, 25 Mei 2026 | 13:22:03 WIB
Ilustrasi Mata Uang (sumber foto: NET)

JAKARTA - Alur pergerakan nilai mata uang rupiah di bursa luar negeri atau offshore memperlihatkan kecenderungan berjalan dalam koridor yang sempit pada sesi pembukaan mingguan di akhir Mei 2026.

Keadaan tersebut terjadi setelah mata uang dalam negeri sempat menderita tekanan jual pada sesi penutupan transaksi akhir pekan kemarin.

Pada sesi perdagangan Senin pagi, 25 Mei 2026 pukul 08:03 WIB, posisi rupiah offshore terpantau melangsungkan penguatan sebanyak 0,11 persen.

Fase ini membawa nilai rupiah menuju angka Rp17.724 per dolar AS, apabila disandingkan dengan koordinat penutupan pada Jumat, 22 Mei 2026 yang sempat tertahan di level Rp17.743 per dolar AS.

Di sudut lain, indeks nilai dolar Amerika Serikat yang diukur terhadap enam jenis mata uang utama dunia memperlihatkan penyusutan tipis sebanyak 0,23 persen, walau kedudukannya masih berkisar pada level 99.

Sementara itu, harga komoditas minyak mentah tipe Brent bergerak melandai menuju angka US$98,66 per barel pada pukul 07:11 WIB.

Kehadiran penurunan pada harga komoditas minyak mentah global ini dipengaruhi oleh laju perkembangan situasi kesepahaman damai antara pihak Amerika Serikat serta Iran yang dikabarkan mulai mendekati hasil akhir.

Pada saat ini, kedua belah negara bersangkutan tengah merumuskan susunan kalimat yang pas untuk poin-poin yang dipandang krusial.

Proses tersebut diperkirakan masih memerlukan rentang waktu dalam beberapa hari ke depan agar bisa memperoleh persetujuan yang bersifat final.

Meskipun pihak otoritas berwenang dari Amerika Serikat menyebutkan belum ada dokumen resmi yang dapat ditandatangani, saluran media lokal di Iran mengabarkan bahwa rancangan kesepakatan itu dianggap masih riskan menderita kegagalan.

Hal tersebut disebabkan oleh keberadaan hambatan mengenai pasal mekanisme pencairan dana aset milik pihak Teheran.

Di luar dinamika yang tengah bergulir, kabar perkembangan situasi itu tetap menyuntikkan dampak positif bagi beberapa mata uang di wilayah Asia.

Sejumlah mata uang seperti dolar Singapura, yen Jepang, ringgit Malaysia, yuan offshore, hingga dolar Hong Kong terpantau serempak menghijau.

Kendati mata uang di sektor regional mendulang penguatan, laju pergerakan rupiah pada hari ini dinilai masih dibayangi oleh beban sentimen domestik perihal kendala fiskal serta rilis data laporan neraca pembayaran Indonesia.

Keadaan mengenai ketahanan eksternal dalam negeri pada saat ini terlihat kian bergantung pada kinerja transaksi modal dan finansial.

Sebab, instrumen penanaman modal secara langsung atau foreign direct investment dilaporkan menderita perlambatan menuju angka US$2 ganjil dari capaian triwulan sebelumnya yang menyentuh US$3,2 miIiar.

Jika dianalisis secara teknikal, mata uang garuda dianggap masih memiliki celah untuk terangkat secara terbatas lantaran memperoleh stimulus dari tren hijau mata uang regional, khususnya komoditas yuan China.

Nilai kurs rupiah mempunyai kesempatan untuk melaju menuju area resistance paling dekat yang bertengger pada level Rp17.650 per dolar AS.

Apabila tren hijau berlanjut, target area resistance berikutnya diproyeksikan berada pada rentang Rp17.600 per dolar AS.

Untuk estimasi pergerakan mata uang domestik dalam jangka waktu satu minggu ke depan, posisi Rp17.500 per dolar AS menjadi dasar acuan yang dinilai paling optimistis.

Namun, bila nilai tukar justru berbalik arah dan melemah hingga menembus titik support terkuatnya di nominal Rp17.720 per dolar AS, situasi ini akan memvalidasi pergerakan menuju batas support selanjutnya pada level Rp17.770 per dolar AS.

Sedangkan untuk area batas support psikologis diprediksi akan berada pada posisi Rp17.800 per dolar AS.

Terkini