Nilai Jual Emas Antam dan UBS Melonjak per Jumat 22 Mei 2026

Jumat, 22 Mei 2026 | 11:36:14 WIB
Ilustrasi Emas (sumber foto: NET)

JAKARTA — Rincian nilai jual logam mulia batangan untuk operasional pasar hari ini sudah diperbarui secara resmi. Berdasarkan pembaruan data yang keluar, seluruh varian produk emas terpantau mengalami lonjakan harga yang relatif tinggi.

Peningkatan grafik nilai jual ini melanda pelbagai lini produk, mulai dari cetakan Antam hingga cetakan UBS. Pergeseran nominal angka ini tentu menjadi sorotan utama bagi para pelaku investasi emas yang rutin memantau pergerakan pasar harian.

Pada transaksi Jumat 22 Mei 2026, nilai jual emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk tercatat mengalami kenaikan. Produk Antam dengan takaran paling kecil yaitu ukuran 0,5 gram saat ini dibanderol di angka Rp1.501.000.

Nominal tersebut memperlihatkan adanya peningkatan sebesar Rp17.000 jika dibandingkan dengan posisi pada hari sebelumnya. Lonjakan angka jual ini juga merembet ke satuan ukuran berat yang lebih besar.

Untuk produk emas Antam dengan berat 1 gram, dipatok harga jual senilai Rp2.898.000 pada transaksi hari ini. Jika dihitung kembali, nilai tersebut mengalami penguatan sebesar Rp36.000 dari posisi harga kemarin.

Apresiasi harga yang merata ini menggambarkan pergerakan pasar logam mulia yang tengah berada dalam tren positif. Para kolektor serta pelaku investasi emas Antam harus menyelaraskan strategi mereka dengan perkembangan harga terkini.

Tidak hanya cetakan Antam, emas batangan produksi PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) juga terpantau ikut bergerak merangkak naik. Emas UBS untuk ukuran berat 0,5 gram dipatok pada angka Rp1.540.000 untuk perdagangan hari ini.

Tercatat terdapat penambahan nilai sebesar Rp28.000 dari nominal yang berlaku pada sesi perdagangan sebelumnya. Tren penguatan pada produk cetakan UBS ini bahkan terlihat jauh lebih tajam untuk satuan ukuran berat satu gram.

Harga emas UBS dengan ukuran berat 1 gram saat ini dibanderol menembus Rp2.849.000 per batang. Dalam rentang waktu hanya satu hari, nilai produk cetakan ini telah terangkat sebesar Rp52.000.

Selisih kenaikan antara produk Antam dan UBS ini memberikan opsi yang bervariasi bagi masyarakat yang berniat melakukan transaksi. Situasi tersebut menandakan bahwa sentimen pasar sedang mendorong harga logam mulia ke level yang lebih tinggi.

Berikut adalah ringkasan daftar perbandingan harga emas untuk tanggal 22 Mei 2026:

  • Emas Antam ukuran 0,5 Gram: Harga Terbaru Rp1.501.000, Kenaikan Rp17.000
  • Emas Antam ukuran 1 Gram: Harga Terbaru Rp2.898.000, Kenaikan Rp36.000
  • Emas UBS ukuran 0,5 Gram: Harga Terbaru Rp1.540.000, Kenaikan Rp28.000
  • Emas UBS ukuran 1 Gram: Harga Terbaru Rp2.849.000, Kenaikan Rp52.000

Data catatan di atas memperlihatkan bahwa emas UBS mengalami lonjakan harga yang lebih tinggi ketimbang Antam pada satuan berat 1 gram. Kendati demikian, kedua brand tersebut tetap menunjukkan tren positif yang serupa bagi para pemilik aset investasi.

Kenaikan nilai jual hari ini merupakan pembalikan situasi setelah pada sesi perdagangan 21 Mei 2026 harga sempat merosot secara massal. Dinamika harga emas yang bergerak fluktuatif ini biasanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global serta nilai tukar mata uang.

Di samping mempublikasikan perkembangan harga harian, sektor usaha di bidang logam mulia ini juga terus diperkuat. Belum lama ini, diumumkan perolehan laba yang sangat positif dengan angka mencapai Rp4,38 triliun.

Beberapa faktor penting yang ikut memengaruhi aktivitas di pasar emas serta sektor keuangan saat ini antara lain:

Keputusan Bank Sentral yang tetap mempertahankan BI Rate di level 4,75% demi menjaga stabilitas ekonomi.

Tekanan pada mata uang di kawasan Asia akibat harga minyak dunia yang masih bertahan pada level tinggi.

Optimisme bursa saham di area Asia yang dipicu oleh sentimen positif dari dialog diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

Munculnya ekspektasi perdamaian global yang sempat membawa Wall Street mencetak rekor tertinggi baru di pasar modal.

Isu komoditas energi seperti uranium serta tarif di Selat Hormuz yang masih menjadi hambatan dalam stabilitas harga energi dunia.

Poin-poin di atas menjadi konteks eksternal yang secara tidak langsung memberikan efek pada minat para investor terhadap aset aman seperti logam mulia. Komitmen untuk mendukung penguatan ekosistem pasar bullion atau bank emas di Indonesia juga terus berjalan.

Dengan situasi harga yang sedang merangkak naik, masyarakat kerap dihadapkan pada pilihan antara melepas aset atau justru menambah koleksi emas mereka. Namun, sebagai instrumen investasi jangka panjang, emas batangan tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pastikan untuk selalu memantau pergeseran harga secara berkala lewat saluran resmi yang tersedia. Langkah ini sangat krusial mengingat harga komoditas emas dapat berubah setiap harinya menyelaraskan pergerakan pasar internasional.

Terkini