IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi Menuju Level 6.307 pada 20 Mei 2026

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:48:08 WIB
Ilustrasi Monitor Pengamat IDX (sumber foto: NET)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, diperkirakan masih berada dalam tekanan pelemahan. Sejumlah saham unggulan pun dinilai layak diperhatikan guna mengantisipasi dinamika pasar.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks saham domestik tersebut ditutup melemah 228,56 poin atau turun 3,46 persen ke posisi 6.370,68. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.323,26 hingga 6.635,18.

Dari sisi aktivitas pasar, total nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp25,33 triliun. Nilai tersebut didukung volume perdagangan sebanyak 43,06 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,771 juta kali.

Secara pergerakan saham, sebanyak 117 emiten berhasil mencatatkan penguatan. Sementara itu, 647 saham bergerak melemah dan 195 saham lainnya terpantau stagnan.

Tekanan terhadap indeks LQ-45 dipicu oleh sejumlah saham yang mengalami pelemahan signifikan. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 13,33 persen ke Rp650 dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) melemah 11,85 persen ke Rp476.

Pelemahan juga dialami saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang susut 11,82 persen ke Rp388. Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 9,71 persen ke Rp186 dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) merosot 8,70 persen ke level Rp1.470.

Di tengah tekanan tersebut, terdapat sejumlah saham yang mampu menahan pelemahan IHSG agar tidak semakin dalam. Salah satunya adalah saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang menguat 2,12 persen ke posisi Rp1.445.

Penguatan juga tercatat pada saham sektor perbankan milik PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN). Emiten tersebut naik 1,18 persen menuju level Rp1.285.

Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih berada pada bagian wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa indeks masih menyimpan potensi pelemahan lanjutan.

Situasi ini menunjukkan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi guna menguji area 6.307. Selain itu, terdapat peluang pelemahan lanjutan menuju rentang 6.084 hingga 6.148 pada label biru.

Untuk area support, IHSG diproyeksikan berada pada kisaran 6.270 dan 6.148. Sementara level resistance diperkirakan berada di area 6.640 serta 6.745.

Melihat kondisi pasar saat ini, investor dapat mempertimbangkan strategi buy on weakness pada saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM).

Selain itu, strategi trading buy secara bertahap juga dapat dipertimbangkan pada saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA).

Terkini