JAKARTA - Harga perak murni batangan milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terpantau tidak mengalami pergerakan pada sesi perdagangan Selasa, 12 Mei 2026 pagi.
Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia, nilai perak hari ini bertahan di level Rp47.000 per gram. Angka tersebut stagnan dibandingkan dengan posisi penutupan pekan lalu.
Situasi pasar yang cenderung datar ini terjadi menyusul fluktuasi yang cukup tajam pada awal Mei 2026. Meski stabil secara harian, para investor tetap mengawasi pergerakan komoditas tersebut.
Perak menjadi instrumen untuk lindung nilai selain emas di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi dunia yang masih membayangi pasar modal dalam negeri.
Pihak Antam menyediakan produk perak dalam satuan ukuran 250 gram serta 500 gram. Berbeda dengan emas, perak lebih banyak dipilih untuk diversifikasi portofolio dalam volume luas.
Hal ini sesuai bagi masyarakat yang sedang mencari informasi harga perak terbaru. Berdasarkan regulasi perpajakan, pembelian logam mulia dikenakan Pajak Pertambahan Nilai sebesar 11 persen.
Harga akhir yang dibayarkan oleh konsumen sudah mencakup komponen pajak tersebut sesuai dengan aturan PMK Nomor 48 Tahun 2023. Jika menilik riwayatnya, harga perak Antam sempat dinamis.
Pada Selasa, 5 Mei 2026, harga perak berada pada posisi Rp47.000 per gram setelah mengalami penurunan sebesar Rp450. Tren ini sempat memicu pertanyaan mengenai penyebab koreksi harga.
Sebelumnya, pada Jumat, 1 Mei 2026, nilai perak sempat melonjak hingga Rp1.500 menuju level Rp47.900 per gram. Pergerakan yang volatil ini menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap industri global.
Bagi pihak yang melakukan pengecekan harga, perlu dipahami adanya perbedaan antara perak murni dan jenis heritage. Produk perak murni berfokus pada nilai intrinsik logam berkadar 999.9.
Sementara untuk edisi Heritage memiliki nilai premium tambahan karena faktor desain serta sisi kolektibilitasnya. Tren investasi perak bagi pemula kini kian berkembang seiring harga emas yang tinggi.
Perak dinilai lebih terjangkau untuk para investor ritel yang ingin memiliki aset fisik dalam jumlah besar namun dengan modal yang lebih rendah jika dibandingkan dengan emas.