PDB Kuartal I-2026 Tumbuh 5,61%, IHSG Hari Ini Sukses Menguat

Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48:40 WIB
Ilustrasi IHSG

JAKARTA – IHSG hari ini melonjak ke level 7.029 di tengah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang tumbuh positif 5,61 persen. Performa ini sangat menonjol mengingat kondisi pasar global sedang tidak menentu.

Indeks Harga Saham Gabungan menunjukkan kekuatannya dengan kenaikan sebesar 57 poin atau setara 0,83 persen pada sesi pertama perdagangan Selasa. Posisi ini memberikan sinyal positif bagi para pelaku pasar di tanah air.

Kenaikan IHSG hari ini terjadi ketika sebagian besar bursa di kawasan Asia justru sedang mengalami tren penurunan. Tekanan dari bursa Wall Street menjadi penyebab utama pelemahan pasar di wilayah regional tersebut.

Kondisi geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang menekan pasar saham dunia. Hal ini menimbulkan kewaspadaan tinggi bagi para investor internasional dalam mengambil keputusan.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, kontak senjata di kawasan Selat Hormuz hingga serangan terhadap kapal komersial serta fasilitas pelabuhan minyak di Teluk menjadi pemicu kekhawatiran pasar global terhadap risiko gangguan pasokan energi sebagaimana dilansir dari berita sumber. Konflik tersebut memang sangat berdampak pada stabilitas harga komoditas global.

Eskalasi ini, lanjut Pilarmas, disebut sebagai yang paling serius sejak gencatan senjata terakhir, terlebih setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pemulihan jalur transit di Selat Hormuz sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pernyataan tersebut menambah ketegangan di sektor keamanan energi dunia.

Meskipun dunia internasional sedang tidak stabil, pasar modal Indonesia justru mampu memberikan perlawanan yang cukup berarti. Kepercayaan investor domestik tetap terjaga karena landasan ekonomi yang sangat fundamental.

“Namun demikian, pasar domestik menunjukkan ketahanan. Penguatan IHSG hari ini didorong katalis positif dari dalam negeri, khususnya data pertumbuhan ekonomi,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Selasa (5/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber. Laporan riset tersebut menegaskan bahwa faktor internal memegang peranan krusial.

Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik melaporkan capaian yang sangat menggembirakan bagi seluruh rakyat Indonesia. Produk Domestik Bruto nasional pada awal tahun ini menunjukkan angka yang cukup impresif.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5,61% secara tahunan (year-on-year/YoY) sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pencapaian ini membuktikan bahwa roda ekonomi terus berputar dengan sangat baik.

Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, angka ini menunjukkan sebuah peningkatan yang sangat signifikan dan membanggakan. Pertumbuhan pada akhir tahun lalu tercatat hanya berada pada posisi yang lebih rendah.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal IV-2025 sebesar 5,39% dan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87%, sekaligus melampaui ekspektasi pasar di kisaran 5,30% sebagaimana dilansir dari berita sumber. Kenaikan yang konsisten ini menjadi magnet tersendiri bagi masuknya aliran modal.

Sektor konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama yang menggerakkan perekonomian di tingkat nasional. Hal ini terlihat jelas dari aktivitas masyarakat yang sangat dinamis belakangan ini.

Pertumbuhan ini ditopang oleh daya beli masyarakat yang tetap kuat, terutama selama momentum Idulfitri dan penyaluran tunjangan hari raya (THR) sebagaimana dilansir dari berita sumber. Sirkulasi uang yang merata di masyarakat membantu menjaga stabilitas pertumbuhan PDB.

Secara keseluruhan, situasi ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi finansial negara yang sangat sehat. Ketahanan nasional dalam bidang ekonomi menjadi kunci utama bagi pergerakan indeks saham.

Kondisi tersebut mencerminkan ekonomi domestik yang masih ekspansif dan stabil di tengah tekanan global sebagaimana dilansir dari berita sumber. Semua pihak optimis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

Para investor kini melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan performa pasar modal yang sangat menjanjikan. Kekuatan internal yang dimiliki terbukti mampu membentengi IHSG hari ini dari badai eksternal.

Terkini