JAKARTA – Aksi masif investor asing borong saham perbankan BUMN dan grup konglomerat berhasil mendorong IHSG menguat hingga 0,83 persen pada penutupan perdagangan sesi I. Pergerakan positif ini membawa indeks menyentuh posisi yang cukup kuat di tengah dinamika pasar global.
Indeks Harga Saham Gabungan tercatat parkir di level 7.029,85 saat perdagangan jeda siang resmi ditutup pada hari Selasa ini. Penguatan tersebut mencerminkan optimisme para pelaku pasar luar negeri terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Aliran modal yang masuk ke bursa saham tanah air tercatat sangat besar dan terkonsentrasi pada beberapa emiten unggulan. Total nilai beli bersih yang dibukukan menunjukkan kepercayaan yang kembali pulih di kalangan pemodal global.
Total nilai beli bersih asing atau net foreign buy mencapai Rp 2,54 triliun berdasarkan data Stockbit sebagaimana dilansir dari berita sumber. Angka ini merupakan akumulasi dari transaksi yang terjadi sepanjang paruh pertama perdagangan hari ini.
Sektor perbankan milik pemerintah kembali menjadi primadona dan menyerap modal dalam jumlah yang sangat signifikan. Perusahaan-perusahaan perbankan besar tersebut terlihat mendominasi papan perolehan nilai beli bersih oleh pihak asing.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin perolehan net foreign buy sebesar Rp 259,27 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber. Capaian ini menunjukkan daya tarik bank tersebut yang tetap kokoh di mata investor internasional.
Tidak hanya satu emiten, bank pelat merah lainnya juga mencatatkan kinerja pengumpulan modal yang tidak kalah mengesankan. Tren positif ini terus berlanjut hingga akhir sesi perdagangan pertama di Bursa Efek Indonesia.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyusul dengan catatan aksi beli bersih senilai Rp 169,31 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber. Hal ini semakin memperkuat posisi sektor finansial sebagai motor penggerak utama indeks hari ini.
Dukungan terhadap penguatan indeks juga datang dari sektor industri dasar melalui emiten milik negara lainnya. Sektor ini turut mendapatkan suntikan modal meski dengan nilai yang cenderung lebih moderat dibanding perbankan.
Emiten BUMN lainnya yang turut dikoleksi investor luar negeri adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) sebagaimana dilansir dari berita sumber. Perusahaan semen tersebut berhasil menarik perhatian pemodal global hingga memasuki waktu istirahat perdagangan siang.
Perusahaan semen ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 6,13 miliar hingga jeda siang hari ini sebagaimana dilansir dari berita sumber. Selain perusahaan negara, fokus para pemilik modal juga mengarah pada kelompok bisnis milik swasta.
Portofolio yang dikelola oleh para konglomerat ternama Indonesia terlihat menjadi sasaran utama langkah strategis para pemodal. Hal ini terlihat jelas pada pergerakan saham di sektor energi dan petrokimia yang mulai bergairah.
Selain sektor perbankan, portofolio milik konglomerat Prajogo Pangestu juga menjadi sasaran investor dengan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang membukukan net foreign buy Rp 169,31 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber. Perusahaan ini menunjukkan performa yang sangat kompetitif di pasar modal.
Emiten lainnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), mencatatkan aksi serupa sebesar Rp 8,04 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber. Minat investor asing borong saham pun semakin meluas ke bidang infrastruktur dan jasa penunjang lainnya.
Kelompok usaha ini mencatat ekspansi modal yang menjalar hingga ke entitas yang bergerak di bidang energi serta pertambangan. Ketertarikan para pelaku pasar terlihat merata pada berbagai lini bisnis strategis nasional.
PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat beli bersih Rp 7,79 miliar, diikuti oleh PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar Rp 3,63 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber. Selain grup tersebut, raksasa bisnis lainnya juga tidak luput dari pantauan radar pemodal luar.
Saham-saham milik Grup Bakrie dan Grup Salim dilaporkan juga mendapatkan porsi dari aksi beli bersih investor internasional tersebut. Kedua grup besar ini menyumbangkan nilai transaksi yang cukup berarti bagi total akumulasi harian.
PT Energi Mega Persada (ENRG) meraih net foreign buy Rp 7,45 miliar, sedangkan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) mencatat nilai Rp 7,07 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber. Sementara itu, sektor konsumsi juga ikut mencatatkan aktivitas transaksi yang positif.
Di sisi lain, saham milik Anthoni Salim melalui PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp 6,45 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber. Sektor ini tetap menjadi pilihan aman bagi investor di tengah fluktuasi pasar global.
Terakhir, emiten milik Hapsoro yakni PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membukukan net foreign buy sebesar Rp 4,35 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber. Rentetan transaksi ini akhirnya sukses membawa IHSG mendarat dengan mulus di zona hijau pada sesi pertama ini.