Bank BSN Kejar Target KPR Subsidi 73.700 Unit Lewat Cabang Baru

Kamis, 30 April 2026 | 19:41:22 WIB
Ilustrasi Rumah KPR

JAKARTA – Upaya memperluas akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah kini semakin diperkuat oleh langkah strategis perbankan syariah di kawasan penyangga ibu kota. PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) secara resmi menetapkan target ambisius untuk penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit di seluruh Indonesia pada tahun ini.

Wilayah Tangerang dan sekitarnya diproyeksikan menjadi kontributor paling dominan dalam pencapaian target pembiayaan perumahan tersebut. Langkah ini dipertegas dengan diresmikannya kantor cabang baru yang lebih representatif di kawasan ekonomi produktif Serpong guna menangkap potensi pasar yang terus berkembang.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menjelaskan bahwa relokasi kantor cabang di kawasan strategis Serpong, Tangerang Selatan, merupakan respons nyata terhadap dinamika pasar. Peresmian yang berlangsung pada Rabu (29/4/2026) tersebut menandai babak baru dalam upaya perseroan mendekatkan layanan kepada para calon pemilik rumah.

Alex Sofjan Noor mengungkapkan bahwa peresmian relokasi kantor cabang baru ini dilakukan untuk merespons kebutuhan layanan perbankan yang kian kompleks di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi pesat. Kehadiran fisik yang lebih kuat diharapkan mampu mengimbangi pesatnya arus investasi di wilayah Tangerang Selatan yang kini menjadi destinasi hunian favorit.

"Bank BSN hadir di Kota Tangsel, yang juga merupakan salah satu jantung pusat pertumbuhan ekonomi Jabodetabek untuk memberikan kemudahan akses bagi nasabah," kata Alex, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/04).

Selain penguatan jaringan fisik, perseroan juga tengah memacu performa layanan berbasis teknologi melalui platform digital andalan mereka. Aplikasi Bale Syariah saat ini telah menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak volume transaksi perbankan secara praktis dan efisien.

Hingga periode laporan terbaru, platform digital tersebut telah berhasil menjaring sebanyak 1,4 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia. Angka tersebut diikuti dengan nilai transaksi yang cukup fantastis karena telah menembus angka hingga Rp2,7 triliun di pasar digital.

Alex berpendapat bahwa transformasi menuju layanan full digital adalah keniscayaan agar bank tetap kompetitif di tengah perubahan perilaku nasabah masa kini. Pengembangan fitur-fitur baru terus dilakukan agar seluruh kebutuhan finansial masyarakat dapat terpenuhi hanya dalam satu genggaman ponsel pintar.

"Ke depan, nasabah bisa membuka deposito hingga melakukan transaksi beli dan gadai emas cukup melalui Bale Syariah tanpa harus ke kantor. Kami juga akan mengembangkan Bale Syariah Korporat. Inovasi ini adalah bagian dari strategi kami untuk mendorong ekspansi kredit sekaligus efisiensi operasional," kata Alex, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/04).

Langkah relokasi kantor cabang yang memiliki luas bangunan mencapai 1.752 meter persegi ini memang bukan tanpa perhitungan matang. Serpong dan sekitarnya kini telah bertransformasi menjadi pusat investasi yang sangat menjanjikan dengan daya serap pasar perumahan yang sangat tinggi.

Manajemen Bank BSN melihat bahwa kehadiran kantor cabang baru ini akan menjadi sinyal kuat kesiapan mereka menghadapi tantangan pasar pembiayaan syariah. Pertumbuhan aset perseroan yang terus menanjak turut memberikan rasa percaya diri dalam memperluas pangsa pasar di kawasan Jabodetabek.

Berdasarkan catatan kinerja keuangan terbaru per Maret 2026, total aset Bank BSN kini telah mencapai kisaran angka Rp76,2 triliun secara nasional. Dengan basis nasabah lebih dari 1,34 juta orang, perseroan yakin dapat terus meningkatkan inklusi keuangan melalui berbagai inovasi produk yang relevan.

Strategi besar perseroan ke depan akan bertumpu pada tiga pilar bisnis utama yang saling terintegrasi satu sama lain. Pilar tersebut meliputi penyaluran KPR Subsidi, pemberdayaan sektor UMKM melalui teknologi digital, serta pengembangan inovasi produk konsumen yang lebih variatif.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyambut baik ekspansi yang dilakukan oleh bank syariah ini di wilayah kepemimpinannya. Ia menilai kehadiran kantor baru tersebut sangat selaras dengan visi daerah dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di level yang positif.

Benyamin Davnie berpendapat bahwa kolaborasi dengan perbankan syariah merupakan langkah yang tepat untuk mendukung Tangerang Selatan dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi di angka 5,6 persen. Menurutnya, potensi ekonomi lokal di Tangsel sangatlah kuat karena didukung oleh struktur kependudukan yang sangat menguntungkan secara produktivitas.

Benyamin memaparkan bahwa modalitas ekonomi daerahnya didominasi oleh penduduk usia produktif antara 15 hingga 60 tahun yang mencapai 72 persen dari total populasi. Hal ini tercermin dari kuatnya daya beli masyarakat dengan pendapatan per kapita sekitar Rp14 juta, sebuah angka yang berada jauh di atas rata-rata nasional.

Berdasarkan dokumen RPJMN, kawasan Tangerang Selatan memang sudah diproyeksikan sebagai pusat pendidikan, hunian berkualitas, serta sektor perdagangan dan jasa. Keberadaan fasilitas publik yang lengkap seperti puluhan rumah sakit swasta dan belasan perguruan tinggi menjadi magnet utama bagi para investor.

"Tangsel adalah destinasi investasi yang sangat menarik. Kami memiliki 12 perguruan tinggi, 30 RS Swasta yang mengarah pada health tourism, dan ribuan UMKM yang menjadi penggerak ekonomi. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan ekonomi masyarakat serta pelaku usaha di Tangsel agar kita bisa tumbuh bersama," tutur Benyamin, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/04).

Lebih jauh, Wali Kota juga menitipkan pesan agar perbankan tidak hanya menyasar sektor yang sudah mapan secara finansial saja. Ia mendorong adanya penetrasi layanan kepada sektor-sektor yang selama ini masih sulit terjangkau oleh akses perbankan konvensional atau unbankable.

Benyamin Davnie berpendapat bahwa sektor pasar tradisional dan komunitas mahasiswa yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang merupakan pasar potensial yang belum tergarap maksimal. Jika sektor ini mampu diakomodasi dengan baik, maka efek domino bagi perekonomian daerah akan terasa jauh lebih luas dan merata.

Kehadiran infrastruktur perbankan digital yang handal dari Bank BSN diharapkan mampu menjadi jembatan bagi para pelaku usaha kecil untuk naik kelas. Ekosistem properti yang sudah terbentuk di Serpong pun diyakini akan semakin bergairah dengan kemudahan akses pembiayaan KPR subsidi yang ditawarkan.

Bank BSN berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari pertumbuhan kota melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan di masa depan. Dukungan teknologi aplikasi Bale Syariah diharapkan mampu mempermudah mahasiswa dan pedagang pasar dalam mengelola keuangan syariah mereka secara modern.

Kini, dengan diresmikannya kantor cabang di Serpong, target penyaluran puluhan ribu unit hunian subsidi bukan lagi sekadar angka di atas kertas. Fokus pada efisiensi operasional dan kepuasan nasabah menjadi kunci utama bagi perseroan untuk memenangkan persaingan di industri keuangan syariah tanah air.

Seluruh rangkaian inovasi ini pada akhirnya ditujukan untuk memperkuat posisi Bank BSN sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyediakan hunian layak. Masyarakat Tangerang Selatan kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengakses pembiayaan perumahan yang sesuai dengan prinsip syariah dan didukung teknologi terkini.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, ekspansi ini diprediksi akan memberikan dampak positif bagi serapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi lokal. Sinergi antara perbankan, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal berharga bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh rakyat.

Terkini