BCA Siapkan Plafon KPR Rp 350 Juta Untuk Masyarakat Penghasilan Tanggung

Kamis, 30 April 2026 | 13:51:33 WIB
Gedung BCA

JAKARTA – Langkah nyata dalam menyukseskan program pembangunan tiga juta rumah kini mulai diperlihatkan secara masif oleh sektor perbankan swasta melalui skema pembiayaan mandiri. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi telah memulai dukungannya untuk mempercepat kepemilikan hunian bagi masyarakat kelas menengah bawah melalui produk KPR Sejahtera BCA.

Kehadiran Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam prosesi akad massal di tiga proyek perumahan milik Vista Land Group menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah. Penandatanganan kontrak pembiayaan secara kolektif ini dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, yang melibatkan perumahan di wilayah Bogor, Tangerang, serta Serang.

Hendra Lembong menyatakan bahwa komitmen BCA dalam menyediakan hunian bagi rakyat dilakukan melalui optimalisasi likuiditas internal perusahaan tanpa menyentuh anggaran subsidi negara. Strategi ini diambil agar semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses rumah layak dengan beban bunga yang setara dengan skema subsidi konvensional.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa KPR Sejahtera ini sengaja dirancang dengan suku bunga tetap sebesar 5 persen guna membantu keterjangkauan masyarakat. Meskipun tidak menggunakan fasilitas FLPP dari pemerintah, fasilitas ini tetap menawarkan kemudahan berupa uang muka yang ringan serta jangka waktu cicilan yang panjang.

“Kami dari BCA support dengan uang sendiri, tidak mengambil subsidi dari pemerintah. Kami juga memberikan subsidi uang muka. Setelah melihat langsung, kualitas bangunan rumahnya sangat bagus dan kami berharap kerja sama ini bisa berkembang lebih besar lagi,” ungkap Hendra dalam keterangannya, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/04).

Maruarar Sirait menilai bahwa inisiatif yang dilakukan oleh bank swasta terbesar di Indonesia ini patut dijadikan sebagai model percontohan bagi institusi keuangan lainnya. Sinergi antara penyedia lahan dan penyedia modal dianggap sebagai kunci utama dalam memangkas waktu tunggu masyarakat untuk memiliki rumah pertama mereka.

Menteri PKP mengapresiasi efisiensi proses pembiayaan yang ditunjukkan oleh kolaborasi ini karena mampu menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah dengan sangat cepat. Ia melihat bahwa keterlibatan dana mandiri dari perbankan akan sangat meringankan beban fiskal pemerintah dalam memenuhi target pembangunan nasional yang sangat besar.

Esther Kristiany Hadi berpendapat bahwa kemitraan strategis ini merupakan jawaban bagi kelompok masyarakat yang sering kali terjepit di tengah aturan batasan gaji rumah subsidi. Kelompok ini biasanya memiliki penghasilan sedikit di atas syarat FLPP namun belum cukup mampu untuk mengambil kredit komersial murni yang bunganya fluktuatif.

Direktur Vista Land Group tersebut menyebutkan bahwa meski kerja sama secara administratif sudah berjalan sejak akhir tahun lalu, akad massal kali ini merupakan seremoni perdana. Sebanyak 51 konsumen terpilih menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah dalam penguatan ekosistem pembiayaan perumahan mandiri ini di hadapan Menteri PKP.

“Program KPR Sejahtera BCA memberi solusi bagi konsumen yang ingin membeli rumah dengan harga di atas subsidi FLPP, terutama untuk unit dengan lahan lebih luas,” ujar Esther, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/04).

Esther menambahkan bahwa plafon kredit yang disediakan oleh BCA dalam program ini mencapai angka Rp 350 juta bagi para calon pembeli rumah. Batasan plafon ini dinilai sangat ideal bagi masyarakat penghasilan tanggung (MBT) yang menginginkan kualitas bangunan serta luas tanah yang sedikit lebih baik.

Fokus pembangunan Vista Land Group sepanjang tahun 2026 ini memang ditargetkan mampu mencapai angka 5.000 unit rumah, baik untuk kategori subsidi maupun komersial. Untuk wilayah Serang sendiri, pengembangan dilakukan di atas lahan yang cukup luas guna mengakomodasi tingginya permintaan hunian di ibu kota provinsi tersebut.

Puri Harmoni Indah di Serang saat ini telah dibangun di atas lahan tahap pertama seluas 15 hektare dari total cadangan lahan mencapai 30 hektare. Hingga saat ini, ratusan unit telah berhasil dibangun dan dihuni, yang membuktikan bahwa daya serap pasar di kawasan Banten masih sangat potensial.

Arif Budiman Suselo berpendapat bahwa pertumbuhan minat beli masyarakat terhadap rumah bersubsidi di wilayah Serang tetap menunjukkan tren yang positif di awal tahun. Meskipun tekanan ekonomi global masih terasa, kebutuhan dasar akan tempat tinggal yang nyaman tidak bisa ditunda oleh para pekerja di daerah tersebut.

Manager Business Development Vista Land Group tersebut memaparkan bahwa penjualan pada kuartal pertama tahun ini justru mengalami kenaikan sebesar 15 persen dibandingkan periode tahun lalu. Peningkatan ini didominasi oleh para aparatur sipil negara (ASN), pekerja swasta, hingga pelaku usaha mikro yang baru pertama kali memiliki aset.

“Pasar rumah subsidi di Serang masih besar, didominasi ASN, pekerja swasta, UMKM, hingga pekerja informal yang membutuhkan rumah pertama dengan cicilan terjangkau,” kata Arif, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/04).

Arif juga tidak menampik bahwa masalah riwayat kredit atau BI Checking sering kali menjadi ganjalan utama bagi calon pembeli dalam memproses KPR. Namun, ia mencatat bahwa saat ini perbankan mulai memberikan kelonggaran bagi nasabah yang menunjukkan iktikad baik dengan melunasi kewajiban masa lalunya.

Penerapan digitalisasi dan kemudahan prosedur yang ditawarkan oleh BCA diharapkan mampu terus mendongkrak angka realisasi akad kredit di bulan-bulan mendatang. Kelancaran administrasi di Kantor Pertanahan setempat juga menjadi faktor pendukung yang mempercepat penyerahan kunci rumah kepada para konsumen.

Dengan adanya skema KPR Sejahtera, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang merasa tidak mampu memiliki rumah hanya karena terbentur aturan batas maksimal penghasilan. Inovasi produk perbankan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung visi besar pemerintah dalam menolkan angka backlog perumahan.

Pemerintah akan terus memantau efektivitas kolaborasi ini agar standar kualitas bangunan tetap terjaga meskipun harga yang ditawarkan tetap ramah di kantong masyarakat. Ke depannya, ekspansi proyek perumahan serupa direncanakan akan merambah ke kota-kota satelit lainnya yang memiliki kebutuhan hunian tinggi.

Keberhasilan akad massal di Bogor, Tangerang, dan Serang ini menjadi bukti bahwa sektor swasta memiliki peran vital sebagai katalisator pembangunan nasional. BCA dan Vista Land Group telah menunjukkan bahwa bisnis dan misi sosial dapat berjalan beriringan demi memberikan kesejahteraan bagi masyarakat luas.

Masyarakat diharapkan dapat lebih aktif mencari informasi mengenai skema-skema pembiayaan baru yang tidak selalu bergantung pada kuota subsidi tahunan dari pemerintah. Kemandirian finansial yang didukung oleh perbankan besar akan mempercepat terwujudnya lingkungan hunian yang sehat dan tertata rapi di Indonesia.

Melalui komitmen panjang ini, target lima ribu unit rumah dalam satu tahun menjadi target yang sangat realistis untuk dicapai oleh pihak pengembang. Penataan kawasan yang baik serta akses pembiayaan yang mudah adalah dua pilar utama yang akan memperkuat sektor properti di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menteri Maruarar Sirait pun menutup kunjungannya dengan harapan agar semakin banyak bank swasta yang mengikuti jejak BCA dalam mengucurkan dana internal untuk subsidi rumah. Perjalanan menuju tiga juta rumah untuk rakyat memerlukan napas panjang dan kerja sama yang solid dari seluruh pemangku kepentingan industri properti.

Terkini