SEMARANG – BTN Genjot KPR di wilayah Jateng dan DIY untuk menjadikan sektor properti sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi serta memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.
Ekspansi pembiayaan perumahan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta kini menjadi fokus utama guna mempercepat laju aktivitas ekonomi daerah.
Peningkatan penyaluran kredit ini diharapkan mampu memberikan dampak berantai bagi berbagai subsektor industri yang berkaitan langsung dengan pembangunan fisik.
“Kami melihat potensi pertumbuhan ekonomi di Jateng dan DIY sangat besar, terutama didorong oleh sektor properti yang memiliki multiplier effect bagi 185 subsektor lainnya. Oleh karena itu, BTN terus berkomitmen mendukung penyaluran KPR untuk memenuhi kebutuhan hunian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Nixon LP Napitupulu, sebagaimana dilansir dari suaramerdeka.com, Selasa (21/4/2026).
Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa sektor perumahan memiliki peran vital dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan di berbagai wilayah operasional.
Optimalisasi kinerja di kantor cabang lokal terus ditingkatkan untuk memastikan layanan pembiayaan menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Terdapat keyakinan bahwa peningkatan akses terhadap modal pembangunan akan secara otomatis menaikkan daya beli masyarakat di sektor riil.
Manajemen bank menekankan bahwa kolaborasi dengan pengembang lokal menjadi kunci utama dalam menyediakan stok hunian yang berkualitas dan terjangkau.
Pemberian insentif dan kemudahan administrasi disiapkan bagi calon debitur agar proses kepemilikan rumah menjadi lebih efisien dan cepat.
“Melalui berbagai inovasi produk KPR yang kami tawarkan, kami optimis target penyaluran kredit di wilayah ini dapat tercapai dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Nixon LP Napitupulu, sebagaimana dilansir dari suaramerdeka.com, Selasa (21/4/2026).
Langkah agresif ini juga bertujuan untuk memperkecil angka backlog perumahan yang masih menjadi tantangan besar di tingkat provinsi.
Sektor perbankan melihat bahwa stabilitas ekonomi nasional sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam mengelola potensi industri domestik mereka sendiri.
Efek domino dari pembangunan rumah diyakini akan menyentuh industri semen, besi, hingga perdagangan furnitur di pasar tradisional.